Friday, September 24, 2010

Gerakan Keagamaan Dan Pemikiran






1: Al-Ikhwan al-Muslimun

TA'RIF : Al-Ikhwan al-Muslimun adalah sebuah gerakan Islam terbesar di zaman modern ini. Seruannya ialah kembali kepada Islam sebagaimana yang termaktub di dalam al-Qur'an dan al-Sunnah serta mengajak kepada penerapan Syari'at Islam dalam kehidupan nyata. Dengan tegar gerakan ini telah mampu membendung arus sekularisasi di Dunia Arab dan Islam.

2: Orientalisme

TA'RIF : Orientalisme adalah gelombang pemikiran yang mencerminkan berbagai studi ketimuran yang Islami. Yang dijadikan objek studi mencakup peradaban, agama, seni, sastra, bahasa dan kebudayaannya. Gelombang pemikiran ini telah memberikan andil besar dalam membentuk persepsi Barat terhadap Islam dan dunia Islam. Caranya ialah dengan mengungkapkan kemunduran pola fikir dunia Islam dalam rangka pertarungan peradaban antara Timur (Islam) dengan Barat.

3: Isma'iliyyah

TA'RIF : Isma'iliyyah adalah sebuah kelompok kebatinan yang dinisbatkan kepada Imam Isma'il bin Ja'far Shadiq. Secara lahiriah Isma'iliyyah cenderung kepada Syi ah yang mengagungkan Ahlu al-Bait. Tetapi hakikatnya kelompok ini menghancurkan 'aqidah Islamiyyah. Isma'iliyyah terpecah-pecah menjadi berbagai kelompok dan berkembang sepanjang zaman sampai hari ini.

4: El Opus Dei

TA'RIF : El Opus Dei ialah sebuah institusi (agama nonkepasturan) Kristen Katholik modern yang berupaya mengangkat ajaranajaran Injil dan kembali kepada kehidupan Masehi pertama. Hal itu harus diperjuangkan sesuai dengan ketentuan organisasi yang rapih dan rasmi dengan memanfaatkan nilai-nilai positif zaman modern. Jalannya adalah melalui penguasaan politik, ekonomi dan pendidikan. Lembaga ini ' merupakan persekutuan 'Salib Suci' dan organisasi amal yang bersifat ketuhanan.

5: Babiyyah dan Baha'iyyah

TA'RIF : Babiyyah dan Baha'iyyah adalah sebuah gerakan keagamaan yang muncul pada tahun 1260 H/ 1844 M di bawah asuhan Rusia, Yahudi Internasional dan Kolonialis Inggris dengan sasaran utamanya penghancuran 'aqidah Islamiyyah, memecah belah ummat dan memalingkan ummat Islam dari persoalan-persoalannya yang mendasar.

6: Bareilawisme

TA'RIF : Bareilawisme adalah sebuah sekte tashawwuf yang muncul di India pada masa penjajahan Inggris. Pengikut aliran ini sangat keterlaluan dalam mencintai dan mengkultuskan Nabi-nabi dan Wali, terutama Nabi Muhammad SAW. Mereka meletakkan atributatribut ketuhanan kepada para Nabi dan Wali yang sama sekali di luar karakteristik manusia.

7: Parti al-Ba'ats(Sosialis Arab )

TA'RIF : Hizb al-Ba'ats adalah sebuah partai nasionalis sekular yang menyerukan revolusi total dalam konsep dan nilai-nilai kearaban untuk dilebur dan dialihkan ke pangkuan sosialisme. Slogan yang dikumandangkannya berbunyi, "Bangsa Arab yang satu, memiliki missi yang satu." Missi termaksud adalah missi partai. Sedangkan sasaran-sasarannya tercermin dalam slogan "persatuan, kebebasan dan sosialisme".

8: The Bilalians

TA'RIF : 'Ummat Islam' adalah sebutan terhadap gerakan yang muncul di tengah-tengah masyarakat Muslim kulit hitam di Amerika. Mereka mengadopsi Islam dengan pemahaman-pemahaman tersendiri yang didominasi semangat rasialisme. Gerakan ini kemudian dikenal dengan nama 'Bilalians', setelah sebagian doktrin-doktrinnya diperbaiki.

9: B'nai B'rith

TA'RIF : B'nai B'rith adalah salah satu perkumpulan Freemasonry modem termaju. Perkumpulan ini merupakan sayap Freemasonry yang paling extrem. Prinsip dan tujuan tidak banyak berbeda dengan Freemasonry. Hanya keanggotaannya terbatas untuk putera-puteri Yahudi. Pengabdiannya, pada dasarnya, berupa dukungan penuh terhadap gerakan Zionisme Internasional.

10: Budhisme

TA'RIF : Budhisme adalah sebuah agama yang muncul di India, sesudah Brahmaisme, pada abad kelima sebelum Masehi. Pada mulanya agama ini cenderung memperhatikan manusia, di samping kepada pembersihan dan kehalusan jiwa, hidup sederhana, cinta kasih, toleransi dan perbuatan baik Akan tetapi tidak lama kemudian, setelah pendirinya meninggal, agama ini berubah menjadi kepercayaan - bathil yang penuh dengan nilai-nilai berhalaisme. Bahkan para pengikutnya sangat mengkultuskan pendirinya sampai ke tingkat menuhankannya.


11: Jama'ah Tabligh

TAKRIF : Jama'ah Tabligh adalah sebuah jama'ah Islamiyyah yang da'wahnya berpijak kepada penyampaian (tabligh) tentang keutamaan-keutamaan ajaran Islam kepada setiap orang yang dapat dijangkau. Jama'ah ini menekankan kepada setiap pengikutnya agar meluangkan sebagian waktunya untuk menyampaikan dan menyebarkan da'wah dengan menjauhi bentuk-bentuk kepartaian dan masalah-masalah politik. Barangkali cara demikian lebih cocok mengingat kondisi ummat Islam di India yang merupakan minoritas dalam sebuah masyarakat besar.

12: Tarekat Tijaniyyah

TA'RIF : Tijaniyyah adalah sebuah aliran tashawwuf yang selain meyakini sejumlah pemildran dan kepercayaan tashawwuf, juga memiliki keyakinan khusus yang menjadi cirinya. Seperti tampak dalam keyakinannya bahwa orang sekarang dapat bertatap muka dengan Rasulullah SAW secara fisik dan menjumpainya di dunia ini dalam alam perasaan. Mereka juga meyakini bahwa Rasulullah SAW telah memberikan ajaran khusus kepada pengikut Tijaniyyah berupa 'Shalawat Fatih', yang menurut mereka dengan shalawat tersebut akan mendapatkan kedudukan tinggi.

13: Hizb al-Tahrir

TA'RIF : Hizb al-Tahrir adalah sebuah partai politik Islam yang da'wahnya berpijak di atas keharusan mengembalikan Khilafahlslamiyyah dengan bertopang kepada fikrah (ide) sebagai sarana paling pokok dalam perubahan. Partai ini telah mengeluarkan ijtihad-ijtihad syar'i yang kontroversial dan mengundang kecaman ulama-ulama

Islam.

14: Westernisasi

TA'RIF : Westernisasi adalah sebuah arus besar yang mempunyai jangkauan politik, sosial, kultural dan teknologi. Arus ini bertujuan mewarnai kehidupan bangsa-bangsa, terutama kaum Muslimin, dengan gaya Barat. Dengan cara menggusur kepribadian Muslim yang merdeka dan karakteristiknya yang unik. Kemudian kaum Muslimin dijadikan tawanan budaya yang meniru secara total peradaban Barat.

15: Kristenisasi

TA'RIF : Kristenisasi adalah sebuah gerakan keagamaan yang bersifat Politis kolonialis. Muncul akibat kegagalan Perang Salib sebagai upaya penyebaran agama Kristen ke tengah-tengah bangsa-bangsa di dunia ketiga, terutama di tengah-tengah ummat Islam. Sasarannya mencengkeramkan kekuasaan terhadap bangsa-bangsa tersebut.

16: Jama'at lslami (di Anak Benua lndia—Pakistan)

TA'RIF : Jama'at lslami (di Anak Benua lndia—Pakistan) adalah sebuah jama'ah lslam modern yang memfokuskan aktifitasnya untuk menegakkan syari'at lslam dan menerapkannya dalam kehidupan nyata. Jama'at lslami tergolong gigih membendung berbagai bentuk aliran sekularistik yang berusaha keras mendominasi seluruh negeri.

17: Al-Hizb al-Jumhuri ( Parti Republik Sudan )

TA'RIF : Al-Hizb al-Jumhuri adalah sebuah partai politik di Sudan yang didirikan oleh Mahmud Muhammad Thaha. la menyerukan pembentukan Negara Federal Demokratik Sosialis Sudan yang menerapkan sistem pemerintahan berdasarkan undang-undang kemanusiaan. Prinsip-prinsipnya merupakan campuran dari berbagai pemikiran dan filsafat ditambah dengan sesuatu yang tak jelas dan absurd. Maksudnya, pertama untuk menyembunyikan beberapa kebenaran dan kedua untuk menarik perhatian kalangan intelektual.

18: Jinisme

TA'RIF : Jinisme adalah sebuah agama sempalan Hinduisme. Didirikan oleh Mahawhira sekitar abad ke-6 SM. Sampai sekarang agama ini masih memiliki pengikut. Ajarannya didasarkan kepada rasa takut terhadap reinkarnasi. Membebaskan diri dari setiap ikatan kehidupan dengan cara menjauhkan dari segala nilai, seperti nilai baik buruk, cela dan dosa. Agama ini ditegakkan di atas sistem olah raga yang berat dan renungan-renungan kejiwaan yang mendalam untuk memadamkan nyala kehidupan di dalam jiwa pemeluknya.

19: Assasin

AL-TA'RIF : Assasin adalah sebuah sekte Isma'iliyah Fathimiyah Masyriqiyah yang memisahkan diri dari kaum Fathimiyyun. Sekte ini menyerukan keimanan Nisar bin Mustanshirbillah dan para keturunannya di kemudian hari. Didirikan oleh Hasan bin Shabah. Benteng al-Maut dijadikan pusat penyebaran da'wahnya dan pusat pemantapan sendi-sendi negaranya.

20: Darwinisme

TA'RIF : Darwinisme adalah sebuah gerakan pemikiran yang dinisbatkan kepada seorang pemikir Inggris Charles Darwin yang telah menyebarkan bukunya berjudul The Origin pada tahun 1859. Dalam buku ini ia melontarkan teori tentang proses perkembangan dan pertumbuhan yang telah mengguncang nilai-nilai agama dan meninggalkan pengaruh negatif terhadap pemikiran dunia.


21: Droze

AL-TA'RIF : Droze adalah sebuah sekte kebatinan yang menuhankan Khalifah Fathimiyah al-Hakim bi Amri Allah. Keyakinankeyakinan besarnya diambil dari Isma'iliyah. Droze dinisbatkan kepada Nasytakin al-Druzi.

22: Kapitalisme

TA'RIF : Kapitalisme adalah sebuah sistem ekonomi yang filsafat sosial dan politiknya didasarkan kepada azas pengembangan hak milik pribadi dan pemeliharaannya serta perluasan faham kebebasan. Sistem ini telah melahirkanbanyak malapetaka terhadapdunia. Tetapi ia terus melakukan tekanan-tekanannya dan campur tangan politis, sosial dan kultural terhadap bangsa-bangsa di dunia.

23: Rotary Club

TA'RIF : Rotary adalah sebuah organisasi mantel Free Massonry yang sepenuhnya dikendalikan Yahudi Internasional. Organisasi ini lebih populer dengan sebutan Rotary Club, dari kata-kata in rotation. Sebuah ungkapan yang dibarengi dengan pertemuan-pertemuan utama bagi para anggotaclub yang dilaksanakan di kantor-kantor mereka secara bergilir.

24: Ruhani Baru

TA'RIF : Ruhani baru adalah sebuah sekte perusak dan gerakan tendensius yang didasarkan kepada magic. Gerakan ini mengaku mampu mendatangkan ruh orang-orang yang sudah mati dengan cara-cara ilmiah. Sasarannya menumbuhkan tasykik (keragu-raguan) trhadap agama dan keyakinan serta membawa aliran agama baru dengan segala atributnya.

25: Zaidiyah

AL-TA'RIF : Zaidiyah adalah salah satu sekte Syi'ah yang paling dekat dengan Ahlu Sunnah wal Jama'ah. Sekte ini tergolong moderat, tidak exstrim dan tidak berlebih-lebihan. Nama Zaidiyah dinisbatkan kepada pendirinya, yaitu Zaid bin Ali Zainal Abidin yang telah menyusun teori politik dan pemerintahan Syi'ah tersendiri. Ia telah berjuang demi sekte ini dan terbunuh dalam menegakkannya.

26: Hizbus Salamah Al-Wathani (Turki)

TA'RIF : Hizbus Salamah adalah sebuah partai politik Islam Turki yang aktif membangun kembali kehidupan berdasarkan prinsip-prinsip Islam. Ia memilih jalur politik sebagai sarana mewujudkan cita-cita dan ideidenya secara nyata. Segala potensi dan kekuatan dikerahkan untuk membendung arus sekularisasi yang melanda Turki setelah Khilafah Ustmaniyah lenyap dari peredaran sejarah.

27: Komunisme

TA'RIF : Komunisme adalah sebuah aliran berfikir berlandaskan kepada atheisme, yang menjadikan materi sebagai azas segala-galanya. Ditafsirkannya sejarahberdasarkan pertarungan kelasdan faktorekonomi. Aliran ini lahir di Jerman di bawah asuhan Marx dan Engels, kemudian menjelma dalam bentuk revolusi Bolsheviks di Rusia pada tahun 1917 M. dengan planning dari Yahudi. Lalu berkembang melakukan ekspansinya dengan tangan besi dan kekerasan. Ummat Islam banyak terluka oleh ideologi ini, dan banyak bangsa-bangsa yang hilang dari peredaran sejarah lantaran ulah aliran ini.

28: Sikhisme

TA'RIF : Sikhisme adalah sebuah kelompok keagamaan orang-orang India yang muncul pada penghujung abad ke-15 dan awal abad ke-16 M. Kelompok ini mengumandangkan sebuah agama baru yang sedikit mengandung ajaran Islam dan Hindu, di bawah semboyan "Bukan Hindu dan bukan Muslim". Sepanjang sejarahnya mereka telah memusuhi ummat Islam dan orang-orang Hindu dengan cara kekerasan, dalam upaya mendapatkan sebuah neg;,ri yang khusus untuk mereka. Untuk mencapai hal itu, mereka memberikan loyalitas yang tinggi terhadap orang Inggris ketika menjajah India.

29: Saksi Yehova

TA'RIF : Saksi Yehova adalah sebuah organisasi Internasional yang berdasarkan kepada prinsip merahasiakan organisasi, dan memunculkan ide ke permukaan, baik yang bersifat agamis ataupun politis. Muncul di Amerika Serikat pada pertengahan kedua abad ke 19. Organisasi ini mengklaim sebagai organisasi Masehi. Tapi dalam kenyataannya adalah organisasi yang terang-terangan di bawah dominasi Yahudi, dan aktif atas biaya mereka. Organisasi ini lebih dikenal sejak tahun 1931 M. Dan secara resmi telah diakui di Amerika Serikat, sebelum kemunculannya dengan nama tersebut pada tahun 1844 M.

30: Syi'ah Imamiyah Duabelas

TA'RIF : Syi'ah Imamiyah Duabelas adalah sebuah kelompok ummat Islam yang berpegang teguh kepada keyakinan, bahwa Ali lah yang berhak mewarisi khalifah, dan bukan Abu Bakar, Umar, dan Usman R.A. Diyakininya ada 12 Imam. Imam yang terakhir - kata mereka - menghilang, masuk dalam goa di Samara. Sekte Imamiyah inilah yang bertentangan dengan Ahlussunnah Wal Jamaah dalam pemikiran dan ide-idenya yang spesifik. Mereka sangat berambisi untuk menyebarkan madzhabnya ke segenap penjuru dunia Islam.





Saturday, September 11, 2010

Perbezaan Yahudi dan Zionisme







Untuk menambahkan lagi pengetahuan kita tentang perbezaan antara zionis dan yahudi, saya memetik artikel yang dikarang oleh seorang ilmuan Dr Harun Yahya yang merupakan seorang pakar dan bayak membongkar teori2 Evolusi, konspirasi2 barat dll. Semoga kalian enak kali membacanya ya..

Membezakan Zionisme dari yahudi

Dr Harun Yahya

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, sikap toleransi yang wajib diperlihatkan kaum Muslimin terhadap orang-orang ahli kitab telah terbukti sepanjang sejarah Islam. Selama berabad-abad, umat Islam memperlakukan kaum Yahudi dengan sangat bersahabat dan mereka menyambut persahabatan ini dengan kesetiaan. Namun, hal yang telah merusak keadaan ini adalah Zionisme.

Zionisme muncul pada abad ke-19. Dua hal yang menjadi ciri menonjol Eropa abad ke-19, yakni rasisme dan kolonialisme, telah pula berpengaruh pada Zionisme. Ciri utama lain dari Zionisme adalah bahwa Zionisme adalah ideologi yang jauh dari agama. Orang-orang Yahudi, yang merupakan para mentor ideologis utama dari Zionisme, memiliki keimanan yang lemah terhadap agama mereka. Bahkan, kebanyakan dari mereka adalah ateis. Mereka menganggap agama Yahudi bukan sebagai sebuah agama, tapi sebagai nama suatu ras. Mereka meyakini bahwa masyarakat Yahudi mewakili suatu ras tersendiri dan terpisah dari bangsa-bangsa Eropa. Dan, karenanya, mustahil bagi orang Yahudi untuk hidup bersama mereka, sehingga bangsa Yahudi memerlukan tanah air tersendiri bagi mereka.

Hingga saat kemunculan Zionisme di Timur Tengah, ideologi ini tidak mendatangkan apapun selain pertikaian dan penderitaan. Dalam masa di antara dua perang dunia, berbagai kelompok teroris Zionis melakukan serangan berdarah terhadap masyarakat Arab dan Inggris. Di tahun 1948, menyusul didirikannya negara Israel, strategi perluasan wilayah Zionisme telah menyeret keseluruhan Timur Tengah ke dalam kekacauan.

Titik awal dari Zionisme yang melakukan segala kebiadaban ini bukanlah agama Yahudi, tetapi Darwinisme Sosial, sebuah ideologi rasis dan kolonialis yang merupakan warisan dari abad ke-19. Darwinisme Sosial meyakini adanya perjuangan atau peperangan yang terus-menerus di antara masyarakat manusia. Dengan mengindoktrinasikan ke dalam otak mereka pemikiran “yang kuat akan menang dan yang lemah pasti terkalahkan”, ideologi ini telah menyeret bangsa Jerman kepada Nazisme, sebagaimana orang-orang Yahudi kepada Zionisme.

Kini, banyak kaum Yahudi agamis, yang menentang Zionisme, mengemukakan kenyataan ini. Sebagian dari para Yahudi taat ini bahkan tidak mengakui Israel sebagai negara yang sah dan, oleh karenanya, menolak untuk mengakuinya. Negarawan Israel Amnon Rubinstein mengatakan: “Zionisme adalah sebuah pemberontakan melawan tanah air (Yahudi) mereka dan sinagog para Pendeta Yahudi”. (Amnon Rubinstein, The Zionist Dream Revisited, p. 19)

Pendeta Yahudi, Forsythe, mengungkapkan bahwa sejak abad ke-19, umat Yahudi telah semakin jauh dari agama dan perasaan takut kepada Tuhan. Kenyataan inilah yang pada akhirnya menimpakan hukuman dalam bentuk tindakan kejam Hitler (kepada mereka), dan kejadian ini merupakan seruan kepada kaum Yahudi agar lebih mentaati agama mereka. Pendeta Forsythe menyatakan bahwa kekejaman dan kerusakan di bumi adalah perbuatan yang dilakukan oleh Amalek (Amalek dalam bahasa Taurat berarti orang-orang yang ingkar kepada Tuhan), dan menambahkan: “Pemeluk Yahudi wajib mengingkari inti dari Amalek, yakni pembangkangan, meninggalkan Taurat dan keingkaran pada Tuhan, kebejatan, amoral, kebiadaban, ketiadaan tata krama atau etika, ketiadaan wewenang dan hukum.” (Rabbi Forsythe, A Torah Insight Into The Holocaust, http://www.shemayisrael.com/rabbiforsythe/holocaust.)

Zionisme, yang tindakannya bertentangan dengan ajaran Taurat, pada kenyataannya adalah suatu bentuk fasisme, dan fasisme tumbuh dan berakar pada keingkaran terhadap agama, dan bukan dari agama itu sendiri. Karenanya, yang sebenarnya bertanggung jawab atas pertumpahan darah di Timur Tengah bukanlah agama Yahudi, melainkan Zionisme, sebuah ideologi fasis yang tidak berkaitan sama sekali dengan agama.

Akan tetapi, sebagaimana yang terjadi pada bentuk-bentuk fasisme yang lain, Zionisme juga berupaya untuk menggunakan agama sebagai alat untuk meraih tujuannya.

Penafsiran Taurat yang Keliru oleh Kaum Zionis

Taurat adalah kitab Allah yang diturunkan kepada Nabi Musa. Allah mengatakan dalam Alquran: “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi),...” (QS. Al-Maa-idah, 5:44). Sebagaimana pula dinyatakan dalam Alquran, isi Taurat di kemudian hari telah dirubah dengan penambahan perkataan manusia. Itulah mengapa di zaman sekarang telah dijumpai “Taurat yang telah dirubah”.

Namun, pengkajian terhadap Taurat mengungkap keberadaan inti ajaran-ajaran Agama yang benar di dalam Kitab yang pernah diturunkan ini. Banyak ajaran-ajaran yang dikemukakan oleh Agama yang benar seperti keimanan kepada Allah, penyerahan diri kepada-Nya, bersyukur kepada-Nya, takut kepada Allah, mencintai Allah, keadilan, cinta, kasih sayang, menentang kebiadaban dan kedzaliman tertulis dalam Taurat dan bagian-bagian lain dari Kitab Perjanjian Lama.

Selain itu, peperangan yang terjadi sepanjang sejarah dan pembantaian yang terjadi ini dikisahkan dalam Taurat. Jika seseorang berniat untuk mendapatkan dalil – meskipun dengan cara membelokkan fakta-fakta yang ada – untuk membenarkan tindakan keji, pembantaian dan pembunuhan, ia dapat dengan mudah mengambil bagian-bagian ini dalam Taurat sebagai rujukan untuk kepentingan pribadinya. Zionisme menempuh cara ini untuk membenarkan tindakan terorismenya, yang sebenarnya adalah terorisme fasis, dan ia sangat berhasil. Sebagai contoh, Zionisme telah menggunakan bagian-bagian yang berhubungan dengan peperangan dan pembantaian dalam Taurat untuk melegitimasi pembantaian yang dilakukannya terhadap warga Palestina tak berdosa. Ini adalah penafsiran yang tidak benar. Zionisme menggunakan agama sebagai alat untuk membenarkan ideologi fasis dan rasisnya.

Sungguh, banyak orang-orang Yahudi taat yang menentang penggunaan bagian-bagian Taurat ini sebagai dalil yang membenarkan pembantaian yang dilakukan terhadap warga Palestina sebagai tindakan yang benar. The Neturie Karta, sebuah organisasi Yahudi Ortodoks anti Zionis, menyatakan bahwa, nyatanya, “menurut Taurat, umat Yahudi tidak diizinkan untuk menumpahkan darah, mengganggu, menghina atau menjajah bangsa lain”. Mereka menekankan lebih jauh bahwa, “para politikus Zionis dan rekan-rekan mereka tidak berbicara untuk kepentingan masyarakat Yahudi, nama Israel telah dicuri oleh mereka”. (Rabbi E. Schwartz, Advertisement by Neturei Karta in New York Times, May 18, 1993)

Dengan menjalankan kebijakan biadab pendudukan atas Palestina di Timur Tengah dengan berkedok “agama Yahudi”, Zionisme sebenarnya malah membahayakan agama Yahudi dan masyarakat Yahudi di seluruh dunia, dan menjadikan warga Israel atau Yahudi diaspora sebagai sasaran orang-orang yang ingin membalas terhadap Zionisme


Rodja
















Rodja

Ghazwah Badar al-Kubra

Ia berlaku pada 17 Ramadhan tahun ke-2 hijrah. la bermula apabila Nabi s.a.w. mempelawa para sahabat Baginda untuk menyekat kafilah dagang Quraisy yang pulang dari Syam ke Makkah. Misi asal sekatan itu bukannya dengan tujuan peperangan. Walaubagaimanapun kafilah yang diketuai oleh Abu Suffian tersebut telah terselamat daripada sekatan orang Islam. Namun Abu Suffian sebelum itu telah mengutuskan utusan kepada Quraisy untuk keluar melindungi kafilahnya. Rentetan permintaan tersebut, Quraisy telahkeluar dengan bilangan kira-kira 1000 orang tentera. Antaranya 600 orang tentera berbaju perisai, 100 ekor kuda yang dipakaikan 100 baju perisai. Ini tidak termasuk baju perisai tentera pejalan kaki dan 700 ekor unta. Mereka turut membawa penyanyi-penyanyi

perempuan yang memukul gendang dan menyanyi mengutuk orang Islam.

Sementara itu, bilangan orang Islam pula seramai 313 atau 314 orang. Kebanyakan mereka daripada golongan Ansor. Mereka membawa 70 ekor unta dan dua atau tiga ekor kuda sahaja. Mereka bergilir-gilir dalam kumpulan-kumpulan kecil menaiki unta tersebut dari satu masa ke satu masa. Sebelum Nabi s.a.w. memasuki pertempuran, Baginda ingin mengambil pandangan para sahabatnya, khususnya kaum Ansor. Baginda ingin mengambil

pandangan mereka untuk terlibat dalam peperangan. Kaum Muhajirin telah mencadangkan kepada Baginda untuk terlibat dalam peperangan itu. Mereka telah berucap dengan baik. Kemudian Ansor menyedari Baginda mahukan pandangan mereka. Lantaran itu, Saad bin Muaz, ketua Ansor, berkata kepada Baginda: "Wahai Rasulullah, kami telah beriman dengan kamu, membenarkan risalahmu. Kami menyaksikan apa yang kamu bawa adalah benar dan

kami telah berikan janji juga ikrar untuk mendengar arahan dan taat kepadamu. Oleh itu, teruskan wahai Rasulullah, apa yang kamu mahu. Kami tetap akan bersama kamu. Demi Tuhan yang mengutuskan kamu membawa kebenaran, kalau kamu bentangkan kepada kami laut ini, nescaya kami akan meng-harunginya bersama kamu. Tiada seorang pun daripada kami yang tercicir. Kami tidak benci untuk bertemu dengan musuh kami besok. Kami kaum yang sabar ketika perang dan jujur (tidak belot) ketika bertemu musuh. Semoga Allah membuatkan sesuatu berlaku kepada kalangan kami yang menggembirakan kamu. Berangkatlah bersama kami dengan berkat Allah." Sahabat yang lain juga berucap seumpama itu. Rasul s.a.w. merasa gembira dengan jawapan itu, seraya bersabda:

"Berangkatlah kamu dengan berkat Allah. Bergembiralah. Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadaku untuk berhadapan dengan salah satu kumpulan; sama ada kafilah dagang ataupun angkatan tentera."

Kemudian Rasul s.a.w. berjalan sehingga sampai ke perigi Badar yang paling hampir lalu Baginda berhenti di situ. Lantas al-Hubab bin al-Munzir bertanya: "Wahai Rasulullah! Adakah tempat ini ditetapkan oleh Allah Taala kepada kamu; di mana kamu tidak boleh terkedepan mahupun terkebelakang. Atau ia merupakan buah fikiran, strategi perang dan tipu helah?"

Rasul s.a.w. menjawab:

"Bahkan ia berdasarkan buah fikiran, strategi perang dan tipu helah".

Maka al-Hubab bin al-Munzir mencadangkan kepada Baginda agar berpindah ke tempat lain yang lebih strategik dan membolehkan orang Islam menyekat air Badar sampai kepada orang musyrik. Oleh itu, Rasul s.a. w. dan para sahabat Baginda berangkat sehingga mereka sampai ke tempat yang dicadangkan oleh al-Hubab. Mereka kemudiannya berhenti di situ. Seterusnya Saad bin Muaz mencadangkan agar dibina sebuah khemah untuk Rasul

s.a.w. di belakang barisan tentera Islam. Sekiranya Allah memuliakan mereka dengan kemenangan, itulah yang mereka sukai. Jika tewas, Baginda boleh menaiki tunggangannya dan kembali menyertai orang Islam di Madinah. Saad berkata kepada Baginda: "Sebahagian orang Islam tidak hadir bersama kita, wahai Nabi Allah. Ini bukanlah bererti cinta kami terhadapmu lebih hebat berbanding mereka. Jika mereka tahu kamu akan berperang, nescaya

mereka tidak tercicir untuk turut serta bersamamu."

Oleh itu, Nabi s.a.w. mendoakan kebaikan untuk Saad bin Muaz. Baginda memerintahkan agar dibina sebuah khemah untuk Baginda. Apabila kedua-dua kumpulan (orang Islam dan orang musyrik) bersemuka, Rasul s.a.w. meluruskan barisan orang Islam, membakar semangat mereka untuk berperang dan memotivasi mereka untuk mati syahid. Baginda bersabda:

"Demi Tuhan yang jiwaku di dalam genggaman-Nya, sesiapa yang memerangi mereka (tentera orang musyrik) pada hari ini, kemudian dia terbunuh dalam keadaan penuh kesabaran dan ikhlas, terus maju dan tidak lari dari medan pertempuran, pasti Allah akan memasukkannya ke dalam syurga."

Setelah itu Baginda pulang ke khemah bersama Abu Bakar dengan dikawal oleh Saad bin Muaz yang siap menghunuskan pedangnya. Rasul s.a.w. mula berdoa. Antara doa Baginda:

"Ya Allah, aku menagih janji dan jaminan-Mu. Ya Allah, jika Kamu binasakan kelompok ini (pejuang-pejuang mukmin), Kamu tidak akan disembah lagi di muka bumi."

Baginda memanjangkan sujudnya, sehingga Abu Bakar berkata: "Cukuplah. Sesungguhnya AlIah akan melaksanakan janji-Nya untukmu."

Kemudian peperangan meletus dan berakhir dengan kemenangan orang Islam. Kirakira 70 orang musyrik telah terbunuh termasuk ketua mereka yang paling tegar dengan kesyirikannya, Abu Jahal. Turut terbunuh sebahagian pemimpin mereka. Mereka yang ditawan pula kira-kira 70 orang. Baginda telah memerintahkan agar semua yang terbunuh dikebumikan. Baginda pulang ke Madinah dan melakukan syura dengan para sahabat Baginda tentang urusan tawanan perang. Umar mencadangkan supaya mereka dibunuh. AbuBakar pula mencadangkan supaya mereka menebus diri mereka. Rasul s.a.w. menerima cadangan Abu Bakar. Oleh itu, orang musyrik telah menebus tawanan mereka dengan harta. Terdapat beberapa ayat al-Quran al-Karim telah turun berkenaan Ghazwah Badar ini. Allah Taala berfirman dalam surah Ali Imran:

Dan sesungguhnya Allah telah menolong kamu mencapai kemenangan dalam peperangan Badar, sedang kamu berkeadaan lemah (kerana kamu sedikit bilangannya dan kekurangan alat perang). Oleh itu bertaqwalah kamu kepada Allah, supaya kamu bersyukur (akan kemenangan itu). (Ingatlah wahai Muhammad) ketika engkau berkata kepada orang-orang yang beriman (untuk menguatkan semangat mereka): "Tidakkah cukup bagi kamu, bahawa Allah membantu kamu dengan 3,000 tentera dari malaikat yang diturunkan?," Bahkan (mencukupi. Dalam pada itu) jika kamu bersabar dan bertaqwa, dan mereka (musuh) datang menyerang kamu dengan serta-merta, nescaya Allah membantu kamu dengan 5,000 malaikat yang bertanda masing-masing. Dan Allah tidak menjadikan bantuan tentera malaikat itu melainkan kerana memberi khabar gembira kepada kamu, dan supaya kamu tenteram dengan bantuan itu. Dan (ingatlah bahawa) pertolongan yang membawa kemenangan itu hanya dari Allah Yang Maha kuasa, lagi Maha Bijaksana.(Kemenangan Badar itu) kerana Allah hendak membinasakan satu golongan dari orang-orang kafir atau menghina mereka (dengan kekalahan), supaya mereka kembali dengan hampa kecewa. (All Imran: 123-127)

Al-Quran juga menegur Rasulullah s.a.w. kerana menerima tebusan harta bagi tawanan perang. Allah Taala berfirman:

Tidaklah patut bagi seseorang Nabi mempunyai orang-orang tawanan sebelum ia dapat membunuh sebanyak-banyaknya di muka bumi. Kamu rnenghendaki harta benda dunia (yang tidak kekal), sedang Allah rnenghendaki (untuk kamu pahala) akhirat. Dan (ingatlah), Allah Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana. Kalaulah tidak (kerana) adanya ketetapan dari Allah yang telah terdahulu, tentulah kamu ditimpa azab seksa yang besar disebabkan (penebus diri) yang kamu ambil (dari orang-orang tawanan) itu. (Al-Anfal: 67-68)

Rujukan : Sirah Nabawiyyah Dr. Mustafa as-Syibaie