Showing posts with label Tauhid. Show all posts
Showing posts with label Tauhid. Show all posts

Saturday, November 2, 2013

MENGAPA SELAWAT NARIYAH DILARANG?


Tanya:
Saya pernah membaca artikel tentang shalawat nariyah di Konsultasi Syariah. Pertanyaannya mengapa Konsultasi Syariah.com mempermasalahkan shalawat nariyah. Padahal ini shalawat yg baik, memiliki banyak fadhilah.
Itu saja, mohon tanggapannya.
Dari: Obet, jawa tengah
Jawaban:
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,
Berikut penjelasan salah satu situs yang menyebutkan keutamaan shalawat nariyah,
“Jika mendapat kesusahan karena kehilangan barang, hendaknya membaca sholawat ini sebanyak 4444 kali. Insya Allah barang yang hilang tersebut akan cepat kembali. Jika barang tersebut dicuri orang dan tidak dikembalikan, maka pencuri tersebut akan mengalami musibah dengan kehendak Allah swt. ….
Untuk melancarkan rezeki, memudahkan tercapainya hajat yang besar, menjauhkan dari gangguan jahat, baca sholawat ini sebanyak 444 kali, boleh dibaca sendiri atau berjamaah. Syeih Sanusi berkata: “ Barangsiapa secara rutin membaca shalawat ini setiap hari sebanyak 11 kali maka Allah swt akan menurunkan rezekinya dari langit dan mengeluarkannya dari bumi serta mengikutinya dari belakang meski tidak dikehendakinya…”
Jika orang yang mengamalkan shalawat nariyah bersedia untuk merenung sejenak – berfikir sejenak saja dengan akal sehatnya – dia akan bisa menyimpulkan hal yang aneh mengenai shalawat nariyah.
Pertama, semua manusia yang bisa membaca telah sepakat bahwa shalawat nariyah tidak pernah diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sahabat, tabiin, tabi’ tabiin, para ulama imam madzhab, maupun para ulama ahlus sunah yang menjadi sumber rujukan. Kita sendiri tidak tahu, kapan pertama kali shalawat ini diajarkan. Yang jelas, shalawat ini dicetak dalam buku karya Al-Barzanji yang banyak tersebar di tanah air.
Nah.., jika deretan manusia shaleh yang menjadi sumber rujukan ibadah tidak pernah mengenal shalawat ini, bagaimana mungkin ada embel-embel fadhilah & keutamaannya. Dari mana sumber fadhilah yang disebutkan? Amalannya saja tidak pernah dikenal di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat, bagaimana mungkin ada fadilahnya??
Ini jika mereka bersedia untuk berfikir.
Kedua, beberapa orang ketika diingatkan bahwa shalawat nariyah tidak pernah dikenal dalam islam, dia berontak dan berusaha membela. Bila perlu harus menumpahkan darah, demi shalawat nariyah.
Jika orang ini bersedia untuk berfikir dan merenung, seharunya dia malu dengan tindakannya.
Saya ulangi, mereka yang membela shalawat nariyah, yakin dengan seyakin-yakinnya bahwa shalawat nariyah tidak pernah dikenal oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat. Lantas mengapa harus dibela-bela?
Jika dia membela kalimat laa ilaaha illallah, dan memusuhi orang yang melarang membaca kalimat tauhid itu, ini perjuangan yang bernilai pahala. Karena kalimat tauhid adalah pembeda antara muslim dan kafir.
Tapi membela shalawat nariyah, apanya yang mau dibela? Apakah ini menjadi pembeda antara muslim dan kafir? Atau pembeda antara pengikut Nabi dan musuh Nabi?
Apakah dengan tidak membaca shalawat nariyah orang jadi berdosa? Apakah meninggalkan shalawat nariyah akan masuk neraka?
Bukankah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat tidak pernah mengenalnya dan tidak pernah mengamalkannya? Bukankah shalawat nariyah tidak pernah dikenal dalam islam?
Ini jika dia bersedia untuk berfikir.
Ketiga, jika kita perhatikan, dalam shalawat nariyah terdapat beberapa bait yang maknanya sangat berbahaya. Pengkultusan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Semua kaum muslimin menghormati dan mencintai beliau. Namun apapun alasannya, sikap kultus kepada manusia siapapun, tidak pernah dibenarkan dalam islam.
Allah ingatkan status Rasul-Nya kepada umat manusia, bahwa sekalipun beliau seorang nabi & rasul, beliau sama sekali tidak memiliki sifat-sifat ketuhanan.
قُلْ لَا أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعًا وَلَا ضَرًّا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ وَلَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لَاسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ إِنْ أَنَا إِلَّا نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ
Katakanlah: “Aku tidak berkuasa memberikan manfaat bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. dan Sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman”. (QS. Al-A’raf: 188).
Kita perhatikan, Allah sampaikan bahwa Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallamadalah manusia biasa, seperti umumnya manusia. Semua sifat manusia ada pada dirinya, sehingga sama sekali tidak memiliki kemampuan di luar batas yang dimiliki manusia. Beliau tidak bisa mendatangkan rizki, tidak mampu menolak musibah dan balak, selain apa yang dikehendaki Allah. Beliau juga tidak bisa mengetahui hal yang ghaib, selain apa yang Allah wahyukan. Hanya saja, beliau adalah seorang uturan, basyir wa nadzir, yang bertugas menjelaskan syariat. Sehingga beliau wajib ditaati sepenuhnya.
Dalam shalawat nariyah, terdapat kalimat pengkultusan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang itu bertentangan dengan kenyataan di atas.
Lafadz tersebut adalah:
تـُــنْحَلُ بِهِ العُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الحَوَائِجُ وَ تُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ
Rincian:
(تنحل به العقد)
: Segala ikatan dan kesulitan bisa lepas karena Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam
(وتنفرج به الكرب)
: Segala bencana bisa tersingkap dengan adanya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam
(وتقضى به الحوائج)
: Segala kebutuhan bisa terkabulkan karena Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam
(وتنال به الرغائب)
: Segala keinginan bisa didapatkan dengan adanya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam
Empat kalimat di atas merupakan pujian yang ditujukan kepada Nabi Muhammadshallallahu ‘alaihi wa sallam. Jika kita perhatikan, empat kemampuan di atas merupakan kemampuan yang hanya dimiliki oleh Allah dan tidak dimiliki oleh makhluk-Nya siapa pun orangnya. Karena yang bisa menghilangkan kesulitan, menghilangkan bencana, memenuhi kebutuhan, dan mengabulkan keinginan serta doa, hanyalah Allah. Seorang Nabi atau bahkan para malaikat sekalipun, tidak memiliki kemampuan dalam hal ini.
Seorang guru qiraah memberikan pengumuman kepada para muridnya:
“Siapa yang membuat lagu qiraah SELAIN yang saya ajarkan, saya TIDAK akan memberikan nilai, apapun bentuk lagu qiraah itu. Dan jika lagu qiraah yang baru itu fals, gak enak didengar, akan didenda 100 juta.”
Kira-kira, apa yang akan dilakukan oleh siswa. Dari pada gitu, mending ikutin aja lagu qiraah yang diajarkan guru.
Orang yang mengamalkan shalawat nariyah, apa bisa dia harapkan dari amal ini? Mengharapkan pahala? Pahala dari mana, sementara tidak pernah ada janji pahala, dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan sahabat sendiri tidak pernah mengenalnya?
Terlebih dalam shalawat nariyah terdapat kalimat yang membahayakan secara aqidah.
Itu sedikit renungan, jika mereka mau berfikir.
Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembinawww.KonsultasiSyariah.com)

KUFUR DAN SYIRIK MEMINTA PERTOLONGAN KEPADA JIN



Di dalam tafsir Imam Qurtubi ( Jamiul Li Ahkami Quran ) ketika menafsirkan firman Allah Surah Al-Jin Ayat : 6, yang bermaksud:

" Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan." 

Imam Qurtubi ada menyatakan :

ولا خفاء أن الاستعاذة بالجنّ دون الاستعاذة بالله كفر وشرك


" Tidak diragukan lagi bahawa meminta perlindungan kepada jin, dan tidak meminta perlindungan kepada Allah ialah kufur dan syirik ". klik tafsir


Oleh : admin

Wednesday, October 2, 2013

6 Bismillah Dan 40 Kaf Itu Hanya Rekaan




Soalan:

Assalamualaikum,

Yang Berbahagia Dr, semoga dipanjangkan umur dalam rahmat Allah selalu bersama keluarga.

Saya ingin bertanya tentang amalan Bismillah 5, 6,7, 9, 20; daripada mana sumbernya dan sejauhmana kita boleh beramal? Saya ada baca beberapa coretan komen blog2 yang menyatakan ia dianjurkan oleh Tuan Guru Dr. xx dan juga Dr.xx.

-Bagaimana pula dengan amalan Kaf 40.

Wassalam,
Puan Aida (Zunaidah Mohd Marzuki)

Jawapan:

Terima kasih Puan Aida kerana sudi bertanya. Begitulah sepatutnya apabila berhadapan dengan perkara yang kita tidak mengetahui. Al-Qur`an menyarankankita bertanya orang yang berkeahilian padanya. Maksudnya setiap bidang ada ahli dan ada pakarnya.  Isu agama tanyalah ahli agama, isu penyakit tanyalah pakar-pakar perubatan, isu ekonomi tanyalah pakar ekonomi. Sayangnya isu agama, ramai orang sedia menjawab, sekalipun tanpa ilmu dan keahlian padanya.

Soalan puan, sebenarnya sukar dijawab dalam laman web seumpama ini, saya hanya beri secara ringkas sahaja seperti berikut:

Pertama:  Puan tidak menyebutkan dalam soalan puan apakah bismillah 5, 6, 7, 9, 20 yang dimaksudkan. Saya terpaksa bertanya beberapa orang bomoh yang saya kenal, lalu mereka menceritakan saya dengan panjang lebar, jenis-jenis Bismillah, khasiat dan kaifiat mengamalkannya. Isu ini sebahagiannya bomoh dan sebahagian lagi agama. Bomoh yang membuat rekaan, ahli agama yang membuat keputusan hukum sama ada betul atau salah.  

Saya peturunkan di bawa ini satu jenis daripada puluhan Bimillah yang menjadi amalan masyarakat Islam hari ini, dengan terjemahan, cara membacanya, khasiat dan faedahnya sebagaimana dinyatakan bomoh yang saya bertanya padanya (Nama bomoh itu dirahsiakan atas permintaannya).

Bomoh itu memberitahu saya, bismillah 6 itu agaknya seperti berikut:


بِسْمِ اللهِ السَّمِيعِ البَصِيرِالَّذِي ليس كمثله شئ وَهُوَ بِكُلِّ شّئٍ عَلِيم بسم الله الخلاَّقِ العليم الذي ليس كمثله شئ وهو الفتًّاح العليم بسم الله الذي ليس كمثله شئ وهوالعَلِيمُ الخبير بسم الله الذي ليس كمثله وهوالعَلِيمُ القدير بسم الله العزيز الكريم الذي ليس كمثله شئ وهو العزيز الكريم بسم الله الغفور الرحيم الذي ليس كمثله شئ وهو الغفور الرحيم فالله خير حافظًا وَهُوَ أرحم الراحمين. وصلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم

Khasiat ayat ini menurut guru bomoh ini ialah:

1: Penawar bisa seperti ular & kala jengking.
2: Penawar racun.
3: Menjadi selusuh kepada perempuan beranak.
4: Menghalang jin & syaitan.
5: Memelihara tanam tanaman daripada binatang-binatang.
6: Terpelihara daripada bahaya seteru dan musuh.

Kaifiat membaca

1: Membaca dengan satu nafas dgn hati yang khusyuk.
2: Ditiup di tangan atau ditempat yang sakit.
3: Sapukan di tempat yang sakit ataupun disapukan ke satu badan.
4: Kemudian iktikad seperti membuang sesuatu keluar dari badan pesakit.

Ulasan saya kepada khasiat dan kaifiat baca ini ialah:

1: Ayat-ayat itu tidak salah dibaca dengan betul kerana tiada unsur yang menyalahi akidah, sekalipun membaca ayat al-kursi jauh lebih baik, bahkan berlipat ganda pahala dan khasiatnya dari membaca bismillah 6,7,8,9, 10 hingga berapa lagi tak kiralah, tetapi saya tak faham mengapa ken abaca dengan satu nafas, sedangkan membaca ayat-ayat suci syaratnya kena dengan kaedah tajwid, tanpa syarat nasa 1,2,3 atau lebih.

Kedua:  Saya kerap menyatakan amalan kerohanian samalah dengan makanan yang kita ambil untuk tubuh badan kita, ada yang halal dimakan dan ada yang haram.  Demikian juga dengan amalan kerohanian, ada yang membawa kesesatan dan ada yang membawa kepada hidayat. Baca Bismillah 6  ini ada unsur yang boleh dipertikaikan kesahihannya kerana ada unsur-unsur akidah yang tidak ada hubungannya dengan agama.

Amalan bismillah yang begitu banyak jenisnya sampai lebih 20 jenis itu tidak bersumberkan al-Qur`an, Hadis mahupun ulama.  Jika puan menyebutkan beberapa nama ulama, lebih baik bartanyalah mereka sendiri kerna mereka itu masih hidup.  Saya yakin mereka tidak terlibat bismillah ini dan dengan khasiat dan kaifiat bacaannya.  Nama-nama yang puan sebutkan itu semuanya rakan-rakan dan kenalan baik saya belaka.

Saya tegaskan sakali lagi,  bacaan itu mungkin tidak salah jika dibaca dengan betul menuerut hukum tajwid dan makhrajnya, tetapi cara, kaifiyat dan khasiatnya adalah rekaan. Kesalahan membuat rekaan ini besar, samalah kesalahannya dengan mencipta wang palsu jika dibandingkan dengan bidang perbangkan dan kewangan. Membuat rekaan dalam perkara agama merosakkan agama, manakala mambuat wang palsu memusnahkan Negara. Puan di nasihatkan tidak beramal dengan bismillah ini.  Sebagai alternatifnya puan hendaklah membaca al-Qur`an, ayat-ayat al-kursi dan doa-doa mustajab yang disahkan sahih.  Puan perlu bertanya ulama yang lebih tahu tentang agama sebelum puan terjebak ke dalam amalan yang salah.

Ketiga:  Berkenaan bacaan 40 kaf , inipun sama juga dengan 6 Bismillah, ia adalah rekaan orang Arab. Saya tidak menafikan anehnya ungkapan 40 kaf dalam bentuk puisi ini, tetapi khasiat yang begitu rupa hanya rekaan semata-mata.  Puisi 40 kaf itu ialah:


كفاك ربك كم يكفيك واكفةً ..

كفكافها ككمين كان منك لكا 
تكرّ كرًّا ككرّ الكرّ في كبــــدٍ ..
تبكي مشكشكة كلكلكٍ لككا 
كفاك ما بي كفاف الكاف كربته ..
يا كوكبًا كان يحكي كوكب الفلكا



Lebih aneh lagi ialah 40 kaf itu direka dengan spontan bagi menyelamatkannya dari hukuman penjara, tetapi bila masuk ke alam melayu dijadikan jampi serapah, sedangkan perekanya membuat puisi untuk menyahut cabaran pihak berkuasa pada zamannya.  Kisahnya begini:

Diriwayatkan, seorang penya`ir telah dihukum penjara oleh pemerinyah dan setelah sekian lama dalam penjara, beliau memohon untuk dibebaskan, dengan syarat banduan ini mencipta puisi syair dalam tiga bait menggunakan  40 kaf.  Jika gagal, banduan ini akan dikekalkan dalam penjara seumur hidup, lalu penyar ini menyahut cabaran itu dan Berjaya lalu beliau dibebaskan.

كفاك ربك كم يكفيك واكفةً
                كفكافها ككمين كان منك لكا!
تكرّ كرًّا ككرّ الكرّ في كبــــدٍ..
                تبكي مشكشكة كلكلكٍ لككا!
 كفاك ما بي كفاف الكاف كربته ..
                يا كوكبًا كان يحكي كوكب الفلكا !

Dikatakan dalam puisi ini mengandungi 40  kaf, tetapi saya bilang tidak sampai 40, mungkin ada bait yang tertinggal.  Setakat ini tugas saya masih belum selesai ialah menterjemahan puisi,   menyatakan siapakah pencipta puisi dan bagaimana kisah selanjutnya banduan berkenaan.  Kita akan ceritakan dalam kesempatan yang lain jika ada peminat dan dengan izin Allah..

Sekian, diucapakan selamat berhari raya serta maaf lahir batin.


Sumber klik



Friday, February 5, 2010

Pemurnian Akidah

Syeikh Dr Wahbah Zuhaili & Tauhid 3

Selamat Mengambil manfaat dari ulama besar ini..









Tuan Guru Haji Abdul Hadi Awang, Presiden Pas

Ummat Mesti Belajar Sejarah Akidah..








Apabila datang kebenaran maka hilanglah kebatilan..

Friday, September 4, 2009

Nabi Dan Rasul Berdakwah Kepada Tauhid



Pengenalan Ringkas Tentang Tauhid


Tauhid maknanya menyatukan sesuatu. Manakala mentauhidkan pula maknanya menjadikan sesuatu itu satu sama ada menyatukan sesuatu, memusatkan sesuatu, mengesakan sesuatu dan menumpukan hati kepada sesuatu.

Apabila ia dikaitkan dengan Allah seperti mentauhidkan Allah maka ia bermakna menjadikan ibadah kita hanya satu iaitu kepada Allah Taala sahaja, tidak menyengutukan Allah dalam ibadah itu dengan sesiapa pun.

Tidak memberikan ibadah kepada yang selain daripada Allah.

Nabi Dan Rasul Berdakwah Kepada Tauhid

Mentauhidkan Allah ialah dakwah yang dilakukan oleh semua nabi dan rasul bermula daripada zaman Nabi Adam alaihis salam hinggalah kepada zaman Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam.

Semua dakwah nabi dan rasul adalah mentauhidkan Allah sebagaimana firman Allah :

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِيْ كُلِّ أُمَّةٍ رَسُوْلاً أَنِ اعْبُدُوا اللهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوْتَ فَمِنْهُمْ مَنْ هَدَى اللهُ وَمِنْهُمْ مَنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلاَلَةُ فَسِيْرُوْا فِي الأَرْضِ فَانْظُرُوْا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِيْنَ. (سورة النحل أية 36).

yang bermaksud : 36. dan sesungguhnya Kami telah mengutus dalam kalangan tiap-tiap umat seorang rasul dengan memerintahkannya menyeru mereka, hendaklah kamu menyembah Allah dan jauhilah taghut, maka di antara mereka yang menerima seruan rasul itu, ada yang diberi hidayah petunjuk oIeh Allah dan ada pula yang berhak ditimpa kesesatan, oleh itu mengembaralah kamu di bumi, kemudian lihatlah bagaimana buruknya kesudahan umat-umat yang mendustakan rasul-rasulNya.

Firman Allah lagi :

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُوْلٍ إِلاَّ نُوْحِيْ إِلَيْهِ أَنَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنَا فَاعْبُدُوْنِ. (سورة الأنبياء أية 25).

yang bermaksud : 25. dan Kami tidak mengutus sebelummu wahai Muhammad seseorang rasul pun melainkan Kami wahyukan kepadanya, bahawa sesungguhnya tiada tuhan yang berhak disembah melainkan Aku, oleh itu, beribadatlah kamu kepadaku.

Dakwah Tauhid Nabi Nuh

Dakwah Nabi Nuh ialah mentauhidkan Allah sebagaimana firman Allah :

أَنِ اعْبُدُوا اللهَ وَاتَّقُوْهُ وَأَطِيْعُوْنِ. (سورة نوح أية 3).

yang bermaksud : 3. iaitu sembahlah kamu akan Allah dan bertaqwalah kepadaNya, serta taatlah kamu kepadaku.

Firman Allah lagi :

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوْحًا إِلَى قَوْمِهِ فَقَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ أَفَلاَ تَتَّقُوْنَ. (سورة المؤمنون أية 23).

yang bermaksud : 23. dan demi sesungguhnya, Kami telah mengutuskan Nabi Nuh kepada kaumnya lalu berkatalah dia, wahai kaumku, sembahlah kamu akan Allah, sebenarnya tidak ada tuhan bagi kamu selain daripadanya, oleh itu, tidakkah kamu mahu bertaqwa kepadaNya.

Firman Allah lagi :

لَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوْحًا إِلَى قَوْمِهِ فَقَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ إِنِّيْ أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيْمٍ. (سورة الأعراف أية 59).

yang bermaksud : 59. sesungguhnya Kami telah mengutuskan Nabi Nuh kepada kaumnya, lalu berkatalah dia, wahai kaumku, sembahlah kamu akan Allah, sebenarnya tidak ada tuhan bagi kamu selain daripadanya, sesungguhnya sku bimbang, kamu akan ditimpa azab hari yang besar hari kiamat.

Firman Allah lagi :

أَنْ لاَ تَعْبُدُوْا إِلاَّ اللهَ إِنِّيْ أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ أَلِيْمٍ. (سورة هود أية 26).

yang bermaksud : 26. iaitu janganlah kamu menyembah melainkan Allah, sesungguhnya aku bimbang jika kamu menyembah yang lainnya, kamu akan ditimpa azab yang tidak terperi sakitnya pada hari pembalasan.

Dakwah Tauhid Nabi Hud

Dakwah Nabi Hud ialah mentauhidkan Allah sebagaimana firman Allah :

وَاذْكُرْ أَخَا عَادٍ إِذْ أَنْذَرَ قَوْمَهُ بِالأَحْقَافِ وَقَدْ خَلَتِ النُذُرُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ أَلاَّ تَعْبُدُوْا إِلاَّ اللهَ إِنِّيْ أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيْمٍ. (سورة الأحقاف أية 21).

yang bermaksud : 21. dan ingatlah peristiwa nabi Hud saudara kaum Aad, ketika dia memberi amaran kepada kaumnya yang tinggal di lembah Al Ahqaaf, sedang amarannya itu samalah seperti amaran-amaran yang telah diberikan oleh rasul-rasul yang terdahulu daripadanya dan yang datang sesudahnya dengan berkata, janganlah kamu menyembah melainkan Allah, sesungguhnya aku bimbang kamu akan beroleh azab hari yang besar huru-haranya.

Firman Allah lagi :

فَأَرْسَلْنَا فِيْهِمْ رَسُوْلاً مِنْهُمْ أَنِ اعْبُدُوا اللهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ أَفَلاَ تَتَّقُوْنَ. (سورة المؤمنون أية 32).

yang bermaksud : 32. lalu Kami mengutus kepada mereka seorang rasul dari kalangan mereka dengan berfirman melalui rasul itu, sembahlah kamu akan Allah, sebenarnya tidak ada tuhan bagi kamu selain daripadanya, oleh itu tidakkah kamu mahu bertaqwa kepadanya.

Firman Allah lagi :

وَإِلَى عَادٍ أَخَاهُمْ هُوْدًا قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ أَفَلاَ تَتَّقُوْنَ. (سورة الأعراف أية 65).

yang bermaksud : 65. dan kepada kaum Aad, Kami utuskan saudara mereka, Nabi Hud, dia berkata, wahai kaumku, sembahlah kamu akan Allah, sebenarnya tidak ada tuhan bagi kamu selain daripadanya, oleh itu, tidakkah kamu mahu bertaqwa kepadanya.

Firman Allah lagi :

وَإِلَى عَادٍ أَخَاهُمْ هُوْدًا قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ إِنْ أَنْتُمْ إِلاَّ مُفْتَرُوْنَ. (سورة هود أية 50).

yang bermaksud : 50. dan kepada kaum Aad, Kami utuskan saudara mereka Nabi Hud, dia berkata, wahai kaumku, sembahlah kamu akan Allah, sebenarnya tiada tuhan bagi kamu selain daripadanya, kamu hanyalah orang-orang yang mengada-adakan perkara-perkara yang dusta terhadap Allah.

Dakwah Tauhid Nabi Soleh

Dakwah Nabi Soleh ialah mentauhidkan Allah sebagaimana firman Allah :

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا إِلَى ثَمُوْدَ أَخَاهُمْ صَالِحًا أَنِ اعْبُدُوا اللهَ فَإِذَا هُمْ فَرِيْقَانِ يَخْتَصِمُوْنَ. (سورة النمل أية 45).

yang bermaksud : 45. dan demi sesungguhnya, Kami telah mengutus kepada kaum Thamud, saudara mereka Nabi Soleh menyeru mereka dengan berkata, sembahlah kamu akan Allah, maka tiba-tiba mereka menjadi dua puak mukmin dan kafir yang berbalah.

Firman Allah lagi :

وَإِلَى ثَمُوْدَ أَخَاهُمْ صَالِحًا قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ هُوَ أَنْشَأَكُمْ مِنَ الأَرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ فِيْهَا فَاسْتَغْفِرُوْهُ ثُمَّ تُوْبُوْا إِلَيْهِ إِنَّ رَبِّيْ قَرِيْبٌ مُجِيْبٌ. (سورة هود أية 61).

yang bermaksud : 61. dan kepada kaum Thamud, Kami utuskan saudara mereka, Nabi Soleh, dia berkata, wahai kaumku, sembahlah kamu akan Allah, sebenarnya tiada tuhan bagi kamu selain daripadanya, Dia lah yang menjadikan kamu dari bahan-bahan bumi, serta menghendaki kamu memakmurkannya, oleh itu mintalah ampun kepada Allah dari perbuatan syirik, kemudian kembalilah kepadanya dengan taat dan tauhid, sesungguhnya tuhanku sentiasa dekat, lagi sentiasa memperkenankan permohonan hambaNya.

Firman Allah lagi :

وَإِلَى ثَمُوْدَ أَخَاهُمْ صَالِحًا قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ قَدْ جَاءَتْكُمْ بَيِّنَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ هَذِهِ نَاقَةُ اللهِ لَكُمْ آيَةً فَذَرُوْهَا تَأْكُلْ فِيْ أَرْضِ اللهِ وَلاَ تَمَسُّوْهَا بِسُوْءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابٌ أَلِيْمٌ. (سورة الأعراف أية 73).

yang bermaksud : 73. dan kepada kaum Thamud Kami utuskan saudara mereka, Nabi Soleh, dia berkata, wahai kaumku, sembahlah kamu akan Allah, sebenarnya tiada tuhan bagi kamu selain daripadanya, sesungguhnya telah datang kepada kamu keterangan yang nyata iaitu mukjizat dari tuhan kamu, ini adalah seekor unta betina dari Allah sebagai keterangan bagi kamu membuktikan kebenaranku, oleh itu, biarkanlah unta itu mencari makan di bumi Allah, dan janganlah kamu menyentuhnya dengan sesuatu yang menyakitinya, kalau kamu menyentuhnya maka kamu akan ditimpa azab seksa yang tidak terperi sakitnya.

Dakwah Tauhid Nabi Syuaib

Dakwah Nabi Syuaib ialah mentauhidkan Allah sebagaimana firman Allah :

وَإِلَى مَدْيَنَ أَخَاهُمْ شُعَيْبًا فَقَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللهَ وَارْجُوا الْيَوْمَ الآخِرَ وَلاَ تَعْثَوْا فِي الأَرْضِ مُفْسِدِيْنَ. (سورة العنكبوت أية 36).

yang bermaksud : 36. dan Kami utuskan kepada penduduk Madyan saudara mereka, Nabi Syuaib, lalu dia berkata, wahai kaumku, sembahlah kamu akan Allah, dan kerjakanlah amal soleh dengan mengharapkan pahala akhirat, dan janganlah kamu melakukan kerosakan di bumi.

Firman Allah lagi :

وَإِلَى مَدْيَنَ أَخَاهُمْ شُعَيْبًا قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ وَلاَ تَنْقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيْزَانَ إِنِّيْ أَرَاكُمْ بِخَيْرٍ وَإِنِّيْ أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ مُحِيْطٍ. (سورة هود أية 84).

yang bermaksud : 84. dan kepada penduduk Madyan Kami utuskan saudara mereka, nabi Syuaib, dia berkata, wahai kaumku, sembahlah kamu akan Allah, sebenarnya tiada tuhan bagi kamu selain daripadanya, dan janganlah kamu mengurangi sukatan dan timbangan, sesungguhnya aku melihat kamu berada dalam kemewahan, dan sesungguhnya aku bimbang, kamu akan ditimpa azab hari yang meliputi orang-orang yang bersalah.

Firman Allah lagi :

وَإِلَى مَدْيَنَ أَخَاهُمْ شُعَيْبًا قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ قَدْ جَاءَتْكُمْ بَيِّنَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ فَأَوْفُوا الْكَيْلَ وَالْمِيْزَانَ وَلاَ تَبْخَسُوا النَّاسَ أَشْيَاءَهُمْ وَلاَ تُفْسِدُوْا فِي الأَرْضِ بَعْدَ إِصْلاَحِهَا ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِيْنَ. (سورة الأعراف أية 85).

yang bermaksud : 85. dan kepada penduduk Madyan Kami utuskan saudara mereka Nabi Syuaib, dia berkata, wahai kaumku, sembahlah kamu akan Allah, sebenarnya tiada tuhan bagi kamu selain daripadanya, sesungguhnya telah datang kepada kamu keterangan yang nyata dari tuhan kamu, oleh itu, sempurnakanlah sukatan dan timbangan, dan janganlah kamu kurangkan bagi manusia akan benda-benda dan perkara-perkara yang menjadi haknya, dan janganlah kamu berbuat kerosakan di muka bumi sesudah Allah menjadikannya makmur teratur dengan sebaik-baiknya, yang demikian itu lebih baik bagi kamu jika betul kamu orang-orang yang beriman.

Dakwah Tauhid Nabi Ibrahim

Dakwah Nabi Ibrahim mentauhidkan Allah sebagaimana firman Allah :

وَإِبْرَاهِيْمَ إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ اعْبُدُوا اللهَ وَاتَّقُوْهُ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ. (سورة العنكبوت أية 16).

yang bermaksud : 16. dan sebutkanlah peristiwa Nabi Ibrahim, ketika dia berkata kepada kaumnya, sembahlah kamu akan Allah dan bertaqwalah kepadanya, yang demikian itu adalah baik bagi kamu jika kamu tahu membezakan yang baik dari yang buruk.

Dakwah Tauhid Nabi Yaakob

Dakwah Nabi Yaakob ialah mentauhidkan Allah sebagaimana firman Allah :

أَمْ كُنْتُمْ شُهَدَاء إِذْ حَضَرَ يَعْقُوْبَ الْمَوْتُ إِذْ قَالَ لِبَنِيْهِ مَا تَعْبُدُوْنَ مِنْ بَعْدِيْ قَالُوْا نَعْبُدُ إِلَهَكَ وَإِلَهَ آبَائِكَ إِبْرَاهِيْمَ وَإِسْمَاعِيْلَ وَإِسْحَاقَ إِلَهًا وَاحِدًا وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُوْنَ. (سورة البقرة أية 133).

yang bermaksud : 133. demikianlah wasiat Nabi Yaakub, bukan sebagaimana yang kamu katakan itu wahai orang-orang Yahudi, kamu tiada hadir ketika Nabi Yaakub hampir mati, ketika dia berkata kepada anak-anaknya, apakah yang kamu akan sembah sesudah aku mati, mereka menjawab, kami menyembah tuhanmu dan tuhan datuk nenekmu Ibrahim dan Ismail dan Ishak, iaitu tuhan yang Maha Esa, dan kepadaNyalah sahaja kami berserah diri dengan penuh iman.

Dakwah Tauhid Nabi Yusof

Dakwah Nabi Yusuf ialah mentauhidkan Allah sebagaimana firman Allah :

مَا تَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِهِ إِلاَّ أَسْمَاءً سَمَّيْتُمُوْهَا أَنْتُمْ وَآبَاؤُكُمْ مَا أَنْزَلَ اللهُ بِهَا مِنْ سُلْطَانٍ إِنِ الْحُكْمُ إِلاَّ للهِ أَمَرَ أَلاَّ تَعْبُدُوْا إِلاَّ إِيَّاهُ ذَلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لاَ يَعْلَمُوْنَ. (سورة يوسف أية 40).

yang bermaksud : 40. apa yang kamu sembah, yang lain dari Allah, hanyalah nama-nama yang kamu menamakannya, kamu dan datuk nenek kamu, Allah tidak pernah menurunkan sebarang bukti yang membenarkannya, sebenarnya hukum yang menentukan amal ibadat hanyalah bagi Allah, Dia memerintahkan supaya kamu jangan menyembah melainkan dia, yang demikian itulah agama yang betul, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.

Dakwah Tauhid Nabi Musa

Dakwah Nabi Musa ialah mentauhidkan Allah sebagaimana firman Allah :

وَإِذْ أَخَذْنَا مِيْثَاقَ بَنِيْ إِسْرَائِيْلَ لاَ تَعْبُدُوْنَ إِلاَّ اللهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِيْنِ وَقُوْلُوْا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَأَقِيْمُوا الصَّلاَةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ إِلاَّ قَلِيْلاً مِنْكُمْ وَأَنْتُمْ مُعْرِضُوْنَ. (سورة البقرة أية 83).

yang bermaksud : 83. dan ingatlah wahai Muhammad, ketika Kami mengikat perjanjian setia dengan bani Israil dengan berfirman, janganlah kamu menyembah melainkan Allah, dan berbuat baiklah kepada kedua ibu bapa, dan kaum kerabat, dan anak-anak yatim, serta orang-orang miskin, dan katakanlah kepada sesama manusia perkataan-perkataan yang baik, dan dirikanlah sembahyang serta berilah zakat, kemudian kamu berpaling membelakangkan perjanjian setia kamu itu kecuali sebahagian kecil dari kamu, dan sememangnya kamu orang-orang yang tidak menghiraukan perjanjian setianya.

Dakwah Tauhid Nabi Isa

Dakwah Nabi Isa ialah mentauhidkan Allah sebagaimana firman Allah :

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِيْنَ قَالُوْا إِنَّ اللهَ هُوَ الْمَسِيْحُ ابْنُ مَرْيَمَ وَقَالَ الْمَسِيْحُ يَا بَنِيْ إِسْرَائِيْلَ اعْبُدُوا اللهَ رَبِّيْ وَرَبَّكُمْ إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِيْنَ مِنْ أَنصَارٍ. (سورة المائدة أية 72).

yang bermaksud : 72. demi sesungguhnya, telah kafirlah orang-orang yang berkata, bahawasanya Allah ialah Al Masih Ibni Maryam, padahal Al Masih sendiri berkata, wahai bani Israel, sembahlah Allah, tuhanku dan tuhan kamu, bahawasanya sesiapa yang mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang lain, maka sesungguhnya Allah haramkan kepadanya syurga, dan tempat kembalinya ialah neraka, dan tiadalah seorang penolong pun bagi orang-orang yang berlaku zalim.

Firman Allah lagi :

مَا قُلْتُ لَهُمْ إِلاَّ مَا أَمَرْتَنِيْ بِهِ أَنِ اعْبُدُوا اللهَ رَبِّيْ وَرَبَّكُمْ وَكُنْتُ عَلَيْهِمْ شَهِيْدًا مَا دُمْتُ فِيْهِمْ فَلَمَّا تَوَفَّيْتَنِيْ كُنْتَ أَنْتَ الرَّقِيْبَ عَلَيْهِمْ وَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيْدٌ. (سورة المائدة أية 117).

yang bermaksud : 117. aku tidak mengatakan kepada mereka melainkan apa yang Engkau perintahkan kepadaKu mengatakannya, iaitu, sembahlah kamu akan Allah, tuhanku dan tuhan kamu dan adalah aku menjadi pengawas terhadap mereka dengan membenarkan yang benar dan menyalahkan yang salah selama aku berada dalam kalangan mereka, kemudian apabila Engkau sempurnakan tempohku, menjadilah Engkau sendiri yang mengawasi keadaan mereka, dan Engkau jualah Yang menjadi saksi atas tiap-tiap sesuatu.

Dakwah Tauhid Nabi Muhammad

Dakwah Nabi Muhammad ialah mentauhidkan Allah sebagaimana firman Allah :

إِذْ جَاءَتْهُمُ الرُّسُلُ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيْهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ أَلاَّ تَعْبُدُوْا إِلاَّ اللهَ قَالُوْا لَوْ شَاءَ رَبُّنَا لأَنْزَلَ مَلاَئِكَةً فَإِنَّا بِمَا أُرْسِلْتُمْ بِهِ كَافِرُوْنَ. (سورة فصلت أية 14).

yang bermaksud : 14. mereka ditimpa azab itu kerana semasa mereka didatangi rasul-rasul memberikan berbagai penjelasan mengenai keadaan hidup mereka di dunia dan di akhirat sambil melarang mereka, janganlah kamu menyembah melainkan Allah, mereka menjawab, jika tuhan kami hendak mengutus rasul-rasul tentulah Dia akan menurunkan malaikat, oleh itu sesungguhnya kami kufur ingkar akan apa yang kamu katakan, kamu diutus membawanya.

Oleh : Mohd Roslan Bin Abdul Ghani.