Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts

Saturday, November 2, 2013

MENGAPA SELAWAT NARIYAH DILARANG?


Tanya:
Saya pernah membaca artikel tentang shalawat nariyah di Konsultasi Syariah. Pertanyaannya mengapa Konsultasi Syariah.com mempermasalahkan shalawat nariyah. Padahal ini shalawat yg baik, memiliki banyak fadhilah.
Itu saja, mohon tanggapannya.
Dari: Obet, jawa tengah
Jawaban:
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,
Berikut penjelasan salah satu situs yang menyebutkan keutamaan shalawat nariyah,
“Jika mendapat kesusahan karena kehilangan barang, hendaknya membaca sholawat ini sebanyak 4444 kali. Insya Allah barang yang hilang tersebut akan cepat kembali. Jika barang tersebut dicuri orang dan tidak dikembalikan, maka pencuri tersebut akan mengalami musibah dengan kehendak Allah swt. ….
Untuk melancarkan rezeki, memudahkan tercapainya hajat yang besar, menjauhkan dari gangguan jahat, baca sholawat ini sebanyak 444 kali, boleh dibaca sendiri atau berjamaah. Syeih Sanusi berkata: “ Barangsiapa secara rutin membaca shalawat ini setiap hari sebanyak 11 kali maka Allah swt akan menurunkan rezekinya dari langit dan mengeluarkannya dari bumi serta mengikutinya dari belakang meski tidak dikehendakinya…”
Jika orang yang mengamalkan shalawat nariyah bersedia untuk merenung sejenak – berfikir sejenak saja dengan akal sehatnya – dia akan bisa menyimpulkan hal yang aneh mengenai shalawat nariyah.
Pertama, semua manusia yang bisa membaca telah sepakat bahwa shalawat nariyah tidak pernah diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sahabat, tabiin, tabi’ tabiin, para ulama imam madzhab, maupun para ulama ahlus sunah yang menjadi sumber rujukan. Kita sendiri tidak tahu, kapan pertama kali shalawat ini diajarkan. Yang jelas, shalawat ini dicetak dalam buku karya Al-Barzanji yang banyak tersebar di tanah air.
Nah.., jika deretan manusia shaleh yang menjadi sumber rujukan ibadah tidak pernah mengenal shalawat ini, bagaimana mungkin ada embel-embel fadhilah & keutamaannya. Dari mana sumber fadhilah yang disebutkan? Amalannya saja tidak pernah dikenal di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat, bagaimana mungkin ada fadilahnya??
Ini jika mereka bersedia untuk berfikir.
Kedua, beberapa orang ketika diingatkan bahwa shalawat nariyah tidak pernah dikenal dalam islam, dia berontak dan berusaha membela. Bila perlu harus menumpahkan darah, demi shalawat nariyah.
Jika orang ini bersedia untuk berfikir dan merenung, seharunya dia malu dengan tindakannya.
Saya ulangi, mereka yang membela shalawat nariyah, yakin dengan seyakin-yakinnya bahwa shalawat nariyah tidak pernah dikenal oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat. Lantas mengapa harus dibela-bela?
Jika dia membela kalimat laa ilaaha illallah, dan memusuhi orang yang melarang membaca kalimat tauhid itu, ini perjuangan yang bernilai pahala. Karena kalimat tauhid adalah pembeda antara muslim dan kafir.
Tapi membela shalawat nariyah, apanya yang mau dibela? Apakah ini menjadi pembeda antara muslim dan kafir? Atau pembeda antara pengikut Nabi dan musuh Nabi?
Apakah dengan tidak membaca shalawat nariyah orang jadi berdosa? Apakah meninggalkan shalawat nariyah akan masuk neraka?
Bukankah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat tidak pernah mengenalnya dan tidak pernah mengamalkannya? Bukankah shalawat nariyah tidak pernah dikenal dalam islam?
Ini jika dia bersedia untuk berfikir.
Ketiga, jika kita perhatikan, dalam shalawat nariyah terdapat beberapa bait yang maknanya sangat berbahaya. Pengkultusan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Semua kaum muslimin menghormati dan mencintai beliau. Namun apapun alasannya, sikap kultus kepada manusia siapapun, tidak pernah dibenarkan dalam islam.
Allah ingatkan status Rasul-Nya kepada umat manusia, bahwa sekalipun beliau seorang nabi & rasul, beliau sama sekali tidak memiliki sifat-sifat ketuhanan.
قُلْ لَا أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعًا وَلَا ضَرًّا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ وَلَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لَاسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ إِنْ أَنَا إِلَّا نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ
Katakanlah: “Aku tidak berkuasa memberikan manfaat bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. dan Sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman”. (QS. Al-A’raf: 188).
Kita perhatikan, Allah sampaikan bahwa Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallamadalah manusia biasa, seperti umumnya manusia. Semua sifat manusia ada pada dirinya, sehingga sama sekali tidak memiliki kemampuan di luar batas yang dimiliki manusia. Beliau tidak bisa mendatangkan rizki, tidak mampu menolak musibah dan balak, selain apa yang dikehendaki Allah. Beliau juga tidak bisa mengetahui hal yang ghaib, selain apa yang Allah wahyukan. Hanya saja, beliau adalah seorang uturan, basyir wa nadzir, yang bertugas menjelaskan syariat. Sehingga beliau wajib ditaati sepenuhnya.
Dalam shalawat nariyah, terdapat kalimat pengkultusan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang itu bertentangan dengan kenyataan di atas.
Lafadz tersebut adalah:
تـُــنْحَلُ بِهِ العُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الحَوَائِجُ وَ تُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ
Rincian:
(تنحل به العقد)
: Segala ikatan dan kesulitan bisa lepas karena Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam
(وتنفرج به الكرب)
: Segala bencana bisa tersingkap dengan adanya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam
(وتقضى به الحوائج)
: Segala kebutuhan bisa terkabulkan karena Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam
(وتنال به الرغائب)
: Segala keinginan bisa didapatkan dengan adanya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam
Empat kalimat di atas merupakan pujian yang ditujukan kepada Nabi Muhammadshallallahu ‘alaihi wa sallam. Jika kita perhatikan, empat kemampuan di atas merupakan kemampuan yang hanya dimiliki oleh Allah dan tidak dimiliki oleh makhluk-Nya siapa pun orangnya. Karena yang bisa menghilangkan kesulitan, menghilangkan bencana, memenuhi kebutuhan, dan mengabulkan keinginan serta doa, hanyalah Allah. Seorang Nabi atau bahkan para malaikat sekalipun, tidak memiliki kemampuan dalam hal ini.
Seorang guru qiraah memberikan pengumuman kepada para muridnya:
“Siapa yang membuat lagu qiraah SELAIN yang saya ajarkan, saya TIDAK akan memberikan nilai, apapun bentuk lagu qiraah itu. Dan jika lagu qiraah yang baru itu fals, gak enak didengar, akan didenda 100 juta.”
Kira-kira, apa yang akan dilakukan oleh siswa. Dari pada gitu, mending ikutin aja lagu qiraah yang diajarkan guru.
Orang yang mengamalkan shalawat nariyah, apa bisa dia harapkan dari amal ini? Mengharapkan pahala? Pahala dari mana, sementara tidak pernah ada janji pahala, dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan sahabat sendiri tidak pernah mengenalnya?
Terlebih dalam shalawat nariyah terdapat kalimat yang membahayakan secara aqidah.
Itu sedikit renungan, jika mereka mau berfikir.
Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembinawww.KonsultasiSyariah.com)

Tuesday, October 1, 2013

SYAITAN TIADA KUASA KEATAS ORANG BERIMAN DAN BERTAWAKKAL



Di dalam ayat Al-Quran di bawah Allah menyatakan bahawa syaitan tidak mempunyai kuasa bagi orang yang beriman dan bertawakkal. Namun syaitan hanya diberi izin berkuasa keatas orang yang berakidah syirik dan menjadikan syaitan sebagai pemimpin..


قَالَ رَبِّ بِمَآ أَغْوَيْتَنِى لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِى ٱلأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ
إِلاَّ عِبَادَكَ مِنْهُمُ ٱلْمُخْلَصِينَ
قَالَ هَذَا صِرَاطٌ عَلَىَّ مُسْتَقِيمٌ
إِنَّ عِبَادِى لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ إِلاَّ مَنِ ٱتَّبَعَكَ مِنَ ٱلْغَاوِينَ


Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,.

kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka".

Allah berfirman: "Ini adalah jalan yang lurus; kewajiban Aku-lah (menjaganya).

Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikut kamu, yaitu orang-orang yang sesat. ( Al-Hijr: 39 -42)


فَإِذَا قَرَأْتَ ٱلْقُرْآنَ فَٱسْتَعِذْ بِٱللَّهِ مِنَ ٱلشَّيْطَانِ ٱلرَّجِيمِ
إِنَّهُ لَيْسَ لَهُ سُلْطَانٌ عَلَىٰ ٱلَّذِينَ آمَنُواْ وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
إِنَّمَا سُلْطَانُهُ عَلَىٰ ٱلَّذِينَ يَتَوَلَّوْنَهُ وَٱلَّذِينَ هُم بِهِ مُشْرِكُونَ


Apabila kamu membaca Al Qur'an, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.

Sesungguhnya setan ini tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhannya.

Sesungguhnya kekuasaannya (setan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah. (Al-Nahl : 98 - 100 )

Allah swt juga mengatakan jika manusia berpaling dari peringatan Al-Quran atau membutakan mata terhadap Al-Quran, Allah akan adakan baginya Qorin yang selalu bersamanya, Firman Allah:


وَمَن يَعْشُ عَن ذِكْرِ ٱلرَّحْمَـٰنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَاناً فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ
وَإِنَّهُمْ لَيَصُدُّونَهُمْ عَنِ ٱلسَّبِيلِ وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُم مُّهْتَدُونَ
حَتَّىٰ إِذَا جَآءَنَا قَالَ يٰلَيْتَ بَيْنِى وَبَيْنَكَ بُعْدَ ٱلْمَشْرِقَيْنِ فَبِئْسَ ٱلْقَرِينُ


Barang siapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Qur'an), Kami adakan baginya setan (yang menyesatkan) maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.

Dan sesungguhnya setan-setan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk.


Sehingga apabila orang-orang yang berpaling itu datang kepada Kami (di hari kiamat) dia berkata: "Aduhai, semoga (jarak) antaraku dan kamu seperti jarak antara masyrik dan magrib, maka setan itu adalah sejahat-jahat teman (yang menyertai manusia)".( Az-Zkhruf: 36-38)


Oleh : Admin




Monday, September 30, 2013

KISAH KU DENGAN ULAR KHODAM NURBUAT



Assalamualaikum…

Ingin saya kongsikan sedikit pengalaman mengenai khodam azimat yang dijadikan oleh mereka yang jahil agama sebagai tangkal penjaga dan sebagainya.  

Pada hari sabtu  28.9.2013.. saya memandu motor balik dari tempat kerja selepas selesai solat asar berjemaah di kolej tempat saya bekerja..

Saya memandu moter kira-kira 2 kilomiter sebelum sampai ke rumah saya.. semasa  membonceng motor tiba-tiba  saya melihat kepala ular sawa batik keluar dari hender motor hadapan. Kepala ular tersebut mengenai tangan saya….

Setelah melihat kepala ular tersebut saya dengan perlahan-lahan memberhentikan motor untuk melihat ular tersebut… Setelah berhenti…  saya melihat ular itu sudah tiada, saya mengetuk-negetuk kepala motor kriss tersebut sambil membaca sedikit ayat2 ruqyah…  namun apabila dilihat2 ular tadi tidak juga muncul..

Lalu saya mengambil plastik dan menutup lubang tempat ular keluarkan kepalanya tadi.. lalu saya menaiki motor dan balik ke rumah..

Setelah tiba di rumah…  saya sekali lagi dengan kehairanan melihat tempat keluar kepala ular tadi… tetapi ternyata ular tadi telah tiada…  tiba-tiba di tempat ular tadi aku melihat ada azimat…

Lalu aku kehairanan dan mengambil azimat tersebut.. azimat tersebut sebenarnya diletakkan oleh salah seorang anggota keluargaku. Katanya sudah lama azimat itu diletakan. Setelah aku selidiki tujuan azimat itu diletakkan ialah untuk menjaga motor dari hilang atau dicuri orang.. wal iyazubillah…. Hasil dari perbuatan beginilah syaitan memainkan peranan mendamping manusia….

Doa azimat tersebut apabila aku selidiki, maka aku dapati azimat tersebut dipanggil dengan nama doa nurun nurbuwah, nurul nurbuwah atau doa nurbuah, atau doa nurbuat, yang mana ia dapat di jumpai di kitab kecil bernama “majemu’ syarif” atau kitab-kitab yang lain sepertinya..


Wa’iyazubillah jauhilah beramal dengan doa-doa seperti ini… 




Antara khasiat… Wa’iyazubillah ini hanya mainan syaitan, biasanya ianya datang dari bomoh2 disebutkan khasiat –khasiat khurafat yang terkandung dalam doa Nurbuat antara lain :

• Hajat dapat terkabul, jika dibaca sesudah sholat fardlu secara rutin.
• Dapat bertemu dengan Jin, bisa merubah rupa .
• Dapat menyembuhkan hewan yang cacad bila dibacakan pada hewan tersebut.
• Dapat diampuni dosa kita, jika dibaca ketika matahari terbenam.
• Dapat disayangi oleh musuh, jika dibaca ketika hendak keluar rumah.
• Dapat menjadi penjaga rumah dari gangguan jin, sihir, santet dan bahaya lainnya, jika ditulis lalu disimpan di dalam rumah.
• Dapat menyelamatkan serangan hama, jika ditulis lalu diletakkan pada tanaman.
• Dapat mengusir jin dari tempat-tempat angker, jika ditulis dan diletakkan di tempat tersebut.
• Dapat kesejahteraan dunia akhirta jika dibaca setiap hari secara rutin.
• Dapat menjauhkan dari kekufuran dan perbuatan maksiat jika dibaca 50 kali setiap malam Jum’at.
• Dapat memperlihatkan hal-hal yang indah, jika dibaca 100 kali pada malam Sabtu.
• Dapat menawarkan air laut, jika dibaca lalu ditiupkan pada air laut tersebut.
• Dapat awet muda jika dibaca setiap malam Minggu
• Dapat keselamatan hidup jika dibaca setiap malam Senin.
• Dapat menguatkan tubuh jika dibaca setiap malam Selasa.
• Dapat menguatkan gigi jika dibaca setiap malam Rabu.
• Dapat menjadikan wajah tampak lebih tampan/cantik jika dibaca setiap malam Kamis.
• Dapat menjinakkan binatang buas jika dibaca pada telinga binatang tersebut.
• Dapat bertemu Nabi Muhammad dalam mimpi jika dibaca 100 kali sebelum tidur.
• Dapat menyembuhkan segala macam penyakit jika dibacakan pada minyak kelapa lalu dioleskan pada bagian yang sakit tersebut.
• Dapat dikasihi oleh penguasa, pejabat jika dibaca setiap hari.
• Dapat berjalan jauh, jika dibacakan pada daun sirih yang bertemu ruasnya lalu diioleskan keseluruh tubuh dan kedua kaki.
• Dapat bertemu dengan raja jin jika dibaca pada tengah malam dalam keadaan suci.
• Dapat keselamatan dari pertempuran jika dibaca ketika akan berangkat bertempur.
• Dapat diterima lamaranya jika dibaca ditempat sunyi setelah siangnya berpuasa.
• Dapat memudahkan kelahiran jika dibacakan pada segelas air lalu diminumkan pada Ibu yang akan melahirkan tersebut.
• Dapat menyembuhkan sakit pada mata jika dibaca lalu ditiupkan pada mata yang sakit.
• Dapat menyembuhkan gigitan binatang berbisa jika dibaca lalu ditiupkan pada gigitan tersebut.
• Dapat kemuliaan di lingkungan masyarakat jika dibaca secara rutin setiap hari.
• Dapat melenyapkan permusuhan jika dibaca sebanyak-banyaknya. klik

Oleh : Ibnu Sirin Al-Kelantani

------------------------------------------
Lihat juga kupasan tentang doanurbuat ini:




Tuesday, September 17, 2013

LARANGAN MENDATANGI BOMOH ATAU DUKUN



 Assalamualaikum....

Ramai yang tidak tahu apa sebenarnya hukum untuk mendatangi bomoh. Ini bertitik tolak dari kurangnya pendedahan dalam masyarakat. Jika tentang ilmu politik mungkin ramai yang dapat menghuraikan kerana pendedahannya sangata meluas di dalam masyarakat, tapi sayangnya dalam hal Akidah yang menjadi pegangan dalam agama seperti ini sedikit sahaja masyarakat mengetahuinya.

Ada juga yang menganggap hal ini adalah perkara yang remeh temeh yang akhirnya mereka tidak mengambil tahu tentang hal ini. Perkara ini sbenarnya salah. syaitan sentiasa menggoda anak adam di segenap penjuru, perkara-perkara yang kita mengetahui tentang hal agama tertentu syaitan susah untuk menggoda anak adam tersebut. Tetapi dalam hal yang kita tidak tahu syaitan mula memasang perangkap yang akhirnya anak adam akan terjatuh ke lembah kekufuran dan kesyirikan. Allah menyataan tentang godaan syaitan, Firman Allah:


" Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus", " kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat)". ( Al-A'raf : 16 - 17)


Dalam hal mendatangi bomoh ramai yang tidak mengambil berat, bahkan ada yang langsung tidak mengetahui hukumnya. Jika sihat mungkin tiada masalah, tetapi apabila Allah menguji dengan cara  keluarga, sanak-saudara ditimpa musibah disebabkan gangguan syaitan maka mulalah berikhtiar dengan cara yang salah untuk merawat kesakitan ke bomoh. Ada juga yang segala-galanya bomoh sebagai rujukanya kerana kebuntuanya terhadap sesuatu. Inilah fitnah serangan syaitan yang amat mudah terkena kepada orang jahil yang tidak belajar agama. 

Mendatangi bomoh sangat membahayakan akidah, kerana bomoh menjadikan jin dan syatan sebagai teman rapatnya. Dengan cara tersebut ada bomoh yang meminta menyembelih binatang, memberitahu perkara-perkara khurafat, memberi azimat dan sebagainya yang akhirnya boleh terjatuh ke lembah kesyirikan. Sedangkan Nabi saw sangat memberi ancaman terhadap hal demikian.

1.   Tidak diterima solat selama 40 hari

مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاَةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً

“Barangsiapa yang mendatangi ‘arraf (tukang ramal atau bomoh), kemudian bertanya sesuatu kepadanya, tidak akan diterima solatnya selama empat puluh hari.” (HR. Muslim, Kitabus Salam, Bab Tahrimul Kahanah wa Ityanil Kuhhan, no. 4137)

2.   Kufur terhadap agama

مَنْ أَتَى كَاهِنًا أَوْ عَرَّافًا فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ صلى الله عليه وسلم

“Barangsiapa yang mendatangi bomoh atau tukang ramal, kemudian  membenarkan ucapannya, berarti dia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad.” (HR. Ahmad dan lainnya)

Oleh itu jika ada sesiapa yang pernah mengunjungi bomoh mahupun tukang tilik dan mempercayai serta yakin dengan setiap yang dikatakannya wajib bertaubat bersungguh-sungguh dan meninggalkan terus kepercayaan kepada bomoh dan dukun.

     Ciri-ciri Bomoh

1.   Bertanya tentang maklumat diri pesakit seperti nama pesakit dan nama ibunya.
2.   Memberikan azimat, tangkal, rajah, benda-benda sakti seperti keris, atau bacaan tertentu yang tidak diketahui maksudnya.
3.   Memberi informasi dan ramalan ghaib seperti bilangan jin di dalam tubuh, kedudukan rumah pesakit serta menuduh orang menyihir pesakit.
4.   Mengunakan kain kuning dan membaca jampi secara perlahan yang tidak difahami ketika sesi rawatan.
5.   Bomoh tidak sedarkan diri ketika melakukan sesi rawatan, adakalanya bomoh itu seolah-olah berdialog dengan seseorang.
6.   Menggenakan pengeras seperti bayaran ganjil seperti RM33.33 ataupun meminta pesakit menyediakan telur, ayam kampung, kemenyan dan sebagainya untuk sesi rawatan. Makanan ini disediakan untuk memanggil dan menjamu jin sewaktu sesi rawatan.


Oleh : admin


Saturday, September 7, 2013

MUDHARAT DAN MANFAAT DENGAN IZIN ALLAH




عن عبد الله بنِ عباسٍ رضي الله عنهما ، قَالَ : كنت خلف النَّبيّ - صلى الله عليه وسلم - يوماً ، فَقَالَ : يَا غُلامُ ، إنِّي أعلّمُكَ كَلِمَاتٍ: احْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ ، احْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ ، إِذَا سَألْتَ فَاسأَلِ الله، وإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ باللهِ، وَاعْلَمْ: أنَّ الأُمَّةَ لَوْ اجْتَمَعَتْ عَلَى أنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إلاَّ بِشَيءٍ قَدْ كَتَبهُ اللهُ لَكَ، وَإِن اجتَمَعُوا عَلَى أنْ يَضُرُّوكَ بِشَيءٍ لَمْ يَضُرُّوكَ إلاَّ بِشَيءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ عَلَيْكَ، رُفِعَتِ الأَقْلاَمُ وَجَفَّتِ الصُّحفُ .



Diriwayatkan dari Abdullah Ibnu Abbas radhuma, katanya: “Suatu hari saya membonceng di belakang Nabi s.a.w. lalu baginda bersabda: "Hai anak, sesungguhnya saya hendak mengajarkan kepadamu beberapa perkara penting iaitu: Peliharalah Allah dengan mematuhi perintahNya serta menjauhi laranganNya, pasti Allah akan memeliharamu, peliharalah Allah pasti engkau akan dapati Allah di hadapanmu. Jikalau engkau meminta sesuatu, maka mintalah kepada Allah dan jikalau engkau memohon pertolongan, maka pohonkanlah pertolongan itu kepada Allah jua. Diriwayatkan dari Abdullah Ibnu Abbas radhuma, katanya: “Suatu hari saya membonceng di belakang  Nabi s.a.w. lalu baginda bersabda: "Hai anak, sesungguhnya saya hendak mengajarkan kepadamu beberapa perkara penting iaitu: Peliharalah Allah dengan mematuhi perintahNya serta menjauhi laranganNya, pasti Allah akan memeliharamu, peliharalah Allah pasti engkau akan dapati Allah di hadapanmu. Jikalau engkau meminta sesuatu, maka mintalah kepada Allah dan jikalau  engkau memohon pertolongan, maka pohonkanlah pertolongan itu kepada Allah jua.



Wednesday, April 24, 2013

HUKUM MENIKAH DENGAN JIN



Assalamualaykum, pak saya mau tanya tentang keabsahan hukum Islam dalam perkara menikah dengan jin, itu sah apa nggak? terima kasih.

Wa’alaikumussalam Wr. Wb.

Terjadi perbedaan pendapat dikalangan para ulama tentang kemungkiinan terjadinya pernikahan antara manusia dan jin. Pendapat yang tepat adalah bahwa hal itu dimungkinkan berdasarkan firman Allah swt :

وَشَارِكْهُمْ فِي الأَمْوَالِ وَالأَوْلادِ وَعِدْهُمْ

Artinya : “Dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak.” (QS. Al Isra : 64)

Adapun tentang hukum pernikahan antara manusia dan jin maka tidaklah dibolehkan, sebagaimana hal itu diterangkan Imam Suyuthi didalam kitabnya “al Asybah an Nazhair”.

Di dalam permasalahan-permasalahan tentangnya telah ditanyakan asy Syeikh Jamaluddin al Isnawi kepada hakim dari para hakim Syarofuddin al Bariziy apabila seseorang ingin menikah dengan wanita dari kalangan jin —ketika dimungkinkan— maka apakah hal demikian diperbolehkan atau dilarang. Sesungguhnya Allah SWT berfirman :

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا

Artinya : “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri.” (QS.Ar Ruum : 21)—Sang Maha Pencipta telah memberikan karunia dengan menjadikan hal itu dari satu jenis yang bisa dipergauli.

Dan jika kita membolehkan hal demikian —ini disebutkan di dalam kitab “Syarh al Wajiz’ milik Ibnu Yunus— maka apakah diharuskan bagi jin wanita itu untuk tetap tinggal di rumah atau tidak? Apakah dia dilarang untuk berbentuk selain bentuk manusia ketika dirinya menyanggupi karena kadang dirinya senang dan kadang tidak dengan hal itu? Apakah dirinya juga tergantung dengan syarat-syarat sah pernikahan seperti walinya atau apakah dirinya harus bersih dari berbagai penghalang (pernikahan) atau tidak? Apakah jika si lelaki melihatnya dalam bentuk selain bentuk biasanya dan si wanita jin itu mengaku bahwa ini adalah dirinya, maka apakah pengakuannya itu bisa dijadikan sandaran, lalu dibolehhkan baginya menggaulinya atau tidak? Apakah si lelaki juga dibebankan untuk memberikan apa-apa yang menjadi kebiasaan mereka (kaum jin), seperti : tulang dan selainnya jika dirinya mampu ataukah ia tidak dibebankan?

Lalu beliau menjawab : “Tidak diperbolehkan menikah dengan wanita dari kalangan jin berdasarkan pemahaman dari dua ayat yang mulia didalam surat an Nahl :

وَاللّهُ جَعَلَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا

Artinya : “Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri" (QS. An Nahl : 72)

Dan didalam surat ar Ruum :

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا

Artinya : “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri.” (QS. Ar-Ruum : 21)

Terhadap kedua ayat tersebut, para mufasir mengatakan bahwa makna dari “Allah menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri" adalah dari jenis, macam atau seperti fisik kalian, sebagaimana firman Allah SWT :

لَقَدْ جَاءكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ

Artinya : “Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari jenismu sendiiri.” (QS. At Taubah : 128) —yaitu dari kalangan manusia, karena wanita-wanita yang dihalalkan untuk dinikahi adalah anak-anak perempuan dari saudara-saudara perempuan bapak dan anak-anak perempuan dari saudara-saudara perempuan ibu. Termasuk dalam hal ini adalah wanita-wanita jauh sebagaimana yang difahami dari ayat di surat al Ahzab :

Artinya : “Dan anak-anak perempuan dari saudara laki-laki bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara perempuan bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu dan anak-anak perempuan dari saudara perempuan ibumu.” (QS. Al Ahzab : 50) dan wanita-wanita selain mereka yang haram (dinikahi)… sebagaimana disebutkan didalam surat an Nisa tentang wanita-wanita yang haram (dinikahi), maka itu semua adalah tentang nasab sementara itu tidaklah ada nasab antara anak-anak Adam dan jin.

Dan inilah jawaban al Barizi. Jika engkau bertanya,”Bagaimana menurutmu tentang hal itu?” Aku mengatakan,”Bahwa yang aku yakini adalah diharamkan berdasarkan beberapa alasan berikut, diantaranya :
Berdasarkan kedua ayat terdahulu.
Apa yang diriwayatkan Harb al Karmani didalam “Masaa’il” nya dari Ahmad dan Ishaq, keduanya mengatakan : Muhammad bin Yahya al Qathi’i telah bercerita kepada kami : Basyar bin Umar telah bercerita kepada kami : Ibnu Luhai’ah telah bercerita kepada kami dari Yunus bin Yazid dari az Zuhriy berkata,”Bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang menikahi jin.”. walaupun hadits ini mursal namun dikuatkan oleh berbagai perkataan para ulama. Terdapat riwayat dari al Hasan al Bashri, Qatadah, al Hakam bin ‘Uyainah Ishaq bin Rohuyah dan ‘Uqbah al ‘Asham tentang pelarangan itu. Al Jammal as Sijistani dari kalangan Hanafi didalam kitab “Munyah al Mufti ‘an al Fatwa as Sirajiyah” mengatakan bahwa tidak diperbolehkan pernikahan antara manusia dan jin, dan manusia air karena perbedaan jenis.
Bahwa pernikahan disyariatkan untuk ketenangan, ketentraman, kecintaan dan kasih sayang dan hal ini tidak terdapat pada jin bahkan yang ada pada mereka adalah sebaliknya yaitu permusuhan yang tidak hilang.
Tidak terdapat perizinan dari syariat tentang hal itu. Sesungguhnya Allah swt telah berfirman :

فَانكِحُواْ مَا طَابَ لَكُم مِّنَ النِّسَاء

Artinya : “Maka kawinilah wanita-wanita (an nisa) yang kamu senangi.” (QS. An Nisa : 3) An Nisaa adalah nama khusus untuk wanita-wanita dari kalangan Bani Adam sehingga selain mereka adalah haram. Karena asal dari persetubuhan adalah haram hingga terdapat dalil yang menghalalkannya.


Dan seorang yang merdeka dilarang menikahi budak wanita jika akan menghasilkan kemudharatan pada anak karena perbudakan… Maka apabila pernikahan dengan budak wanita adalah dilarang padahal dari jenis yang sama meskipun dari macam yang berbeda maka pernikahan dengan yang tidak sejenis tentunya lebih utama lagi. (al Asbah an Nazha’ir hal 457–459)

Wallahu A’lam.

Sumber klik

Friday, April 12, 2013

BERDOA DAN RUQYAH DISAAT DISIHIR ORANG




Dalam masalah kemudharatan sihir Allah mengatakan,


وَمَا هُمْ بِضَارِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلا بِإِذْنِ اللَّهِ 


" Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudarat dengan sihirnya kepada seorang pun kecuali dengan izin Allah" (Al-BAqarah:102)




Oleh demikian untuk mengelakkannya perlu banyakkan doa kepada Allah swt bukan cari bomoh yang sesat  yang akhirnya tidak selesai-selesai bahkan terkadang semakin teruk. Kerana hakikatnya kita minta kepada makhluk, minta tolong kepada jin yang juga mempunyai kelemahan.

Kita tidak ada keselamatan dari belenggu dan godaan syaitan kecuali dengan terus-menerus meminta pertolongan kepada Allah swt, melaksanakan apa yang diredainya, berlindung hati kepadanya  dan penerimaan  terhadap ketetapannya, firman Allah:

إِنَّ عِبَادِي لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ إِلا مَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْغَاوِينَ


“ Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikut kamu, yaitu orang-orang yang sesat” ( Al-Hijr:42)

Saudaraku ingatlah Anjing yang jahat tidak akan takut kepada anjing yang lain, kalau takut pun kurang takutnya. Anjing ini ia akan tidak berani hanya dengan tuanya bukan dengan anjing juga. Begitu juga jin sihir ia akan kalah jika kita meminta pertolongan daripada Allah swt untuk melawannya, ini kerana Allah tuhan semesta Alam yang akan tunduk kepadanya semua makhluk samaada dengan kemahuan atau paksaan..


وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَظِلالُهُمْ بِالْغُدُوِّ وَالآصَالِ


"Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri atau pun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari" (AL-RAD: 15)


Orang yang meminta tolong kepada bomoh yang menggunakan jin, ia tidak akan selesai masalahnya. Kalau selesaipun ia tidak membawa kebaikan, baik kepada bomoh atau kepada pesakit. Dalam surah Al-Jin dinyatakan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.



Oleh: Ahmad Syahin


Thursday, April 11, 2013

BERDOA BILA MENDENGAR KOKOKAN AYAM




(2729) حدثني قتيبة بن سعيد. حدثنا ليث بن جعفر بن ربيعة، عن الأعرج، عن أبي هريرة؛ أن النبي صلى الله عليه وسلم قال "إذا سمعتم صياح الديكة، فاسألوا الله من فضله. فإنها رأت ملكا. وإذا سمعتم نهيق الحمار، فتعوذوا بالله من الشيطان. فإنها رأت شيطانا".


“ Daripada Abu Hurairah r.a,  katanya, Nabi saw bersabda: “ Apabila  kamu mendengar  kokokan ayam Maka mohonlah kurniaan kepada Allah, kerana ayam itu melihat malaikat. Dan apabila kamu mendengar  teriakan keldai, maka berlindunglah kepada Allah dari gangguan syaitan, kerana keldai itu melihat syaitan”  ( Sahih Muslim: 2729)

Hadith ini menunjukkan binatang-binatang tertentu boleh melihat perkara ghaib. Di dalam haditn ini dinyatakan bahawa bapak ayam boleh melihat malaikat dan himar boleh melihat syaitan.  Nabi saw disini menjelaskan apa yang tidak dapat dilihat oleh manusia dengan mata kasar.


Hadith ini juga menjelaskan ada waktu-waktu tertentu untuk berdoa supaya  doa mudah dimustajabkan Allah swt. Apabila mendengar kokokan ayam maka berdoalah kepada Allah sebab ayam teresebut melihat malaikat.


Menunjukkan dalam berdoa juga kita sangat memerlukan pertolongan malaikat, ini sangat penting untuk mudah dimakbulkan doa. Jika kita berdoa dan malaikat mengaminkan doa untuk kita, maka mudah untuk mustajab, ini kerana malaikat iadalah makhluk Allah yang suci bersih.


Dari sini juga menunjukkan keberadaan malaikat disamping kita amat penting. Boleh juga diambil pengajaran disini, jika kita berada di dalam rumah maka sebolehnya kita membuang perkara-perkara yang menyebabkan malaikat tidak dapat masuk ke dalam rumah tersebut, seperti  gambar, patung, loceng, suara nyayian dan lain-lain untuk mengundang malaikat kerumah kita.


Di dalam hadith ini juga dapat kita faham bahawa bilakah waktu yang ramai malaikat? Jawabnya waktu yang ramai malaikat ialah ketika ayam biasanya banyak berkokok iaitu watu sebelum subuh. Menunjukkan waktu sahur  sebelum subuh  adalah masa yang istimewa.


Di hadith ini bukanlah menunjukkan kita perlu memelihara ayam. Jika kita berada di bandar yang tidak ada ayampun tetap pada waktu tertentu ada malaikat. Hadith Ini juga menunjukkan bahawa kita perlulah bangun awal pagi sebab masa tersebut barakah dan mudah untuk dimustajabkan doa.


Hadith ini juga menjelaskan bahawa jika kamu mendengar perkikan himar, maka hendaklah meminta berlindung dengan Allah  daripada kejahatan Syaitan yang direjam. Menunjukkan binatang-binatang tertentu boleh melihat perkara ghaib seperti syaitan.


Ini juga merupakan isyarat bahawa disebalik suara yang hodoh, buruk, busuk, kotor  itu ada syaitan dan syaitan suka perkara-perkara serti ini. Di dalam Al-Quran menyebutkan seburuk-buruk suara  ialah suara himar, Firman Allah,


وَاقْصِدْ فِي مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَ إِنَّ أَنْكَرَ الأصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيرِ

“Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai” ( Luqman: 19)

Di dalam hadith yang lain ada menyebutkan bahawa yang memotong solat ialah perempuan, himar, anjing dan ular. Menunjukkan ada binatang-binatang tertentu yang sesuai untuk menarik orang dari melakukan solat dengan khusyuk. Syaitan juga mengambil kesempatan dengan beberapa jenis bintang seperti ini. Ia juga mudah untuk menjelma dengan jenis tersebut.

Himar diambil kesempatan oleh syaitan, seperti juga wanita pelacur dan sebagainya. Ini kerana himar ialah binatang yang disebutkan oleh guruku antara binatang yang mempunyai kemaluan yang besar berbanding dengan binatang lain, inilah antara faktor-faktor yang menyebabkan syaitan mudah mengambil kesempatan, terutama untuk menarik perhatian manusia  kearah perkara yang tidak baik.. Wallahu a’lam..


Oleh : Ahmad Syahin