Sunday, June 19, 2011

“ PEMIKIRAN POLITIK PAK NATSIR “


- Pak Natsir adalah orang minagnkabau anak murid kepada A Hassan, pendiri jemaah Persis di Bandung

- Pak Natsir pernah menjadi PM, tetapi jatuh kabinetnya zaman demokrasi liberal, bukan kerana dipecat tetapi kabinetnya tidak didukung oleh Parlimen.

- Pak Natsir berjasa menyelamatkan republik ini dengan mosi integralnya yang terkenal. Mosi ini berhasil menyatukan kembali Indonesia yang terpecah-pecah menjadi 17 negara bahagian ke dalam republik.

- Pandangn Natsir tentang pancasila

a. 1952- pidato di Karachi -> tidak ada pertentangan antara Islam dan secular

b. 1954- Nuzul Al-Quran -> tidak ada pertentagn antara islam dan secular

c. 1957- konstituante -> Natsir membantai pancasila

- Dia memberi pendapat bahawa pilih salah satu dari dua jalan, Islam atau ( la diniyah )Sekular?

- Kenapa Pak Natsir berubah? kerana pada pemilu 1955 yang terdiri dari parti –parti yang kuat ialah TNI, PNI, MASYUMI, PKI. Yang dapat dikelompokkan ( PANCASILA, ISLAM, KOMUNIS)

- Pak Natsir melihat bahwa Pancasila sebagai Cek Kosong, oleh demikian komunis biasa terima Pancasila.

- Satu persolan kenapa disini bincang persolan dasar negara dlm konstituente ? jawabnya “ boleh !! sebab Soekarno kata UUD’ 45 adalah UUD’ sementara , sah –saja diperjuangkan pada pemilu 1955.

- Ketika hampir selesai konstituante lebih kurang 90%, hanya tinggal perkara –perkara seperti dasar negara dan sebagai. Soekarno gopoh membubar kan konstituante 5juli 1959 dengan dekrit presiden, balik kepada UUD’45. Maka berakhirlah demokrasi liberal di Indonesia.

- Becerainya NU dan Masyumi 1952, krn Pak Natsir pimpinan parti adlh org minang dan anak murid kepada Hassan Bandung.

- Natsir tidak mengimpikan Negara khilafah , berbeza dengn Sayyid Qutn yang mengagaskan negara khilafah supranasional.

- Natsir mirip Iqbal bicara tentang demokrasi . Maududi tak terima demokrasi , demokrasi adalah sistem musrik, tetapi kata (Teodekorasi ). Natsir ( Demokrasi Teistik) demokrasi yang dilandaskan oleh nilai ketuhanan. Sedangkan Iqbal ( Demokrasi Spiritual).

- Natsir sebagai ideolog’ terlibat langsung dalam politik, berbeza dengan Maulana Maududi, dan Sayyid Qutb . Natsir bertarung di dalam medan.

“ Ini adalah sebahagian catatan ketika belajar mata pelajarn “ Fiqh Siyasah ” . Kerana dosen yang mengajar subjek ini seorang penulis yang hebat, maka saya rasa catatan ini penting untuk dokongsikan bersama. "


Catatan : Ahmad Syahin

1 comment:

  1. Hari ini kaum Muslimin berada dalam situasi di mana aturan-aturan kafir sedang diterapkan. Maka realitas tanah-tanah Muslim saat ini adalah sebagaimana Rasulullah Saw. di Makkah sebelum Negara Islam didirikan di Madinah. Oleh karena itu, dalam rangka bekerja untuk pendirian Negara Islam, kita perlu mengikuti contoh yang terbangun di dalam Sirah. Dalam memeriksa periode Mekkah, hingga pendirian Negara Islam di Madinah, kita melihat bahwa RasulAllah Saw. melalui beberapa tahap spesifik dan jelas dan mengerjakan beberapa aksi spesifik dalam tahap-tahap itu

    ReplyDelete